Salah satu SPPG di kelurahan Sukarat, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah bersiap mendukung program makan bergizi gratis (MBG). SPPG ini berbasis "dapur ekosistem", yang nantinya bakal mendistribusikan MBG kepada santri di pondok pesantren (ponpes) salafiyah.
Kepala SPPG, Mulyadi, mengatakan pendistribusian MBG saat ini masih menyasar pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, hingga lansia. Sehingga, katanya, dapur ekosistem ini difokuskan kepada para santri-santri yang ada di pondok pesantren salafiyah.
"Kita distribusikan ke pesantren-pesantren salafiyah yang selama ini belum dapat distribusi," kata Mulyadi kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulyadi mengakui ada beberapa hambatan dalam menjalankan skema ini, seperti pesantren belum memiliki Education Management Information System (Emis) dari Kementerian Agama (Kemenag). Atas hal itu, ia mendorong pesantren untuk segera memiliki EMIS.
"Syarat ponpesnya yang sudah terdaftar EMIS-nya di Kemenag," ucapnya.
Mulyadi belum bisa merinci berapa jumlah pondok pesantren yang bakal menerima program ini. Ia mengklaim dapur ini ditargetkan mampu memberikan makanan kepada santri sebanyak 6 ribu.
"Untuk salafiyah mau 6 ribu juga bisa," katanya.
Mulyadi melanjutkan bahan baku makanan yang diolah SPPG disuplai dari petani lokal. Hal itu dilakukan agar para petani bisa berdaya.
"Jadi semua petani yang kita biayai, kita bantu pupuknya, bibitnya dia akan menjual ke sini ke dapur kita," katanya.
Lihat juga Video: Prabowo Targetkan 82 Juta Penerima Manfaat MBG di Akhir 2026











































