Golkar Jamin Anggota Legislatif Perempuan Harus 30%
Jumat, 21 Sep 2007 09:49 WIB
Palembang - Keterwakilan anggota legislatif perempuan bukan ancaman bagi kaum pria. Partai Golkar pun akan menggolkan anggota legislatif perempuan harus 30%."Untuk anggota legislatif kaum perempuan, Partai Golkar merupakan yang terdepan. Untuk kuota dapat diubah menjadi harus 30%," kata Ketua DPR Agung Laksono di kantor DPD Palembang, Jalan POM, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/9/2007).Menurut dia, implementasi kuota 30% adalah dengan menggunakan sistem zig-zag. Tiap 3 nama calon, harus ada 1 perempuan. "Misalnya, Djoko, Tuti, Ahmad. Jadi tidak boleh Djoko, Ahmad, Banu. Harus ada perempuannya," ujarnya.Dikatakan dia peluang ini harus dimanfaatkan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan kapasitasnya."Ini bukan ancaman untuk kaum pria tetapi memberi peluang kepada wanita. Pemilu 2009 harus lebih baik lagi," cetus Agung.CapresDalam kesempatan itu, Agung mengatakan capres dari Partai Golkar akan ditetapkan dalam Rapimnas pada 2009."Jadi kemungkinannya baru pada 2009. Untuk pemilihan legislatif bulan April 2009. Sedangkan Pilpres kira-kira bulan Agustus. Jadi kemungkinan Rapimnas dilakukan di sela-sela itu," kata Agung.Dikatakan dia, Golkar akan melihat hasil perolehan suara dalam pemilu 2009 sebelum menentukan calon-calon pilpres."Untuk calonnya, meskipun Bapak Jusuf Kalla belum menyampaikan akan maju, namun tentunya dengan rapimnas akan berpeluang besar untuk menjadi capres RI. Saat ini belum ada keputusan, kita tunggu saja keputusannya pada 2009," terang dia.Agung menggelar safari Ramadan di Sumatera Selatan dan Lampung pada 21 sampai 23 September. Agung melakukan dialog dan silaturahmi dengan tokoh Golkar dan menyerahkan bantuan pada warga masyarakat.Turut hadir jajaran DPP Partai Golkar Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Fatomi Asaari, anggota Departemen Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Harry Salman, anggota FPG DPR RI Marzuki Achmad, Azhar Romli.
(aan/nrl)











































