Ketika Anggota DPRD Memilih Naik Bus Trans-J dan Motor
Jumat, 21 Sep 2007 08:05 WIB
Jakarta - Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, Ernawati Sugondo mendapat fasilitas mobil dinas untuk operasional sehari-hari. Namun anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat ini lebih memilih menggunakan transportasi massal bus Transjakarta (Trans-J).Setiap pagi, Erna naik angkutan favorit warga Jakarta itu dari rumahnya di kawasan Kota ke kantornya di Jalan Kebon Sirih Raya. Erna naik dari halte Kota dan turun di halte Balaikota."Dulu sebelum ada koridor III, saya turun di halte BI dan jalan ke kantor. Tapi sekarang saya turun di halte Balaikota," kata perempuan keturunan Tionghoa ini saat ditemui detikcom di kantornya, Kamis (21/9/2007).Erna beralasan, dengan naik bus Trans-J berarti dirinya juga turut mengurangi kemacetan di Jakarta. Apalagi di Jakarta tidak ada batasan pembelian kendaraan bermotor."Sekarang ini pembelian mobil perhari sangat banyak. Kalau dibiarkan, lama-lama kita nggak bisa bergerak. Ya itung-itung mengurangi kemacetan lah," kata perempuan paruh baya yang masih sering menyetir mobil sendiri saat tidak macet ini.Erna mengaku, dengan menggunakan bus Trans-J, dirinya menghemat waktu dan juga biaya. "Kalau pakai mobil, saya butuh waktu dua jam karena macet dan harus menghindari three in one. Dengan busway, cukup 30 menit sudah sampai. Murah dan cepat," kata dia sambil tertawa.Tidak gengsi Bu? "Saya pernah dibilang sama temen, katanya saya malu-maluin anggota dewan kok naik bus. Tapi saya bilang, ngapain harus gengsi, saya kan tidak nyolong," ujar dia. Erna mengaku menggunakan mobil dinasnya hanya untuk perjalanan jauh atau jika perlu membawa banyak berkas ke kantor. "Ya kalau ada rapat di Puncak atau di mana, saya biasanya bawa," katanya.Ternyata Erna tidak sendirian. Anggota Komisi A Syamsidar Siregar lebih memilih menaiki sepeda motornya daripada mobil dinasnya untuk ke kantor. Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku lebih menikmati perjalanan naik motor."Saya sangat menikmati, tidak macet, lebih cepat dan irit," katanya tersenyum simpul.Dia mengatakan, jalanan Jakarta saat ini sudah macet. Jika semua orang naik mobil, maka jalanan di Jakarta akan semakin macet. Karena itu, Syamsidar memilih naik motor yang lebih kecil.Mobilnya dinasnya nganggur dong Bu? "Ya, mobil untuk acara-acara penting saja. Kalau sehari-hari ya saya pakai motor," ujar Ibu yang tinggal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat ini.
(ken/asy)











































