Bandara Palembang Hadang Flu Kuda Australia
Kamis, 20 Sep 2007 16:45 WIB
Palembang - Selama sepekan ini petugas Stasiun Karantina Hewan Kelas I Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, mengawasi secara ketat lalu lintas masuknya hewan dan produk olahan hewan dari luar negeri, terutama asalAustralia (Ausie) dan Jepang. Langkah tersebut untuk mengantisipasi penyebaran wabah equine influenza (flu kuda) yang kini mulai menjangkiti sejumlah peternakan kuda di dua negara tersebut. "Kita memberlakukan pengawasan ekstraketat terhadap semua pesawat yang melayani rute penerbangan luar negeri. Termasuk, di sejumlah pintu masuk (entry point) pelabuhan laut di Sumsel," kata Kepala Stasiun Karantina Hewan Kelas I SMB II Palembang, Sri Hanum, Kamis (20/09/2007).Dikatakan dia, instruksi Badan Karantina Pertanian Departemen Pertanian (BKP Deptan RI), menjelaskan bahwa tahapan penyebaran wabah flu kuda hampir sama dengan penyebaran virus avian influenza (flu burung). Penularannya melalui media unggas dan juga berkemungkinan besar bisa menjangkiti manusia. "Penyebaran wabah flu kuda di Jepang dan Aussie sendiri baru diketahui 28 Agustus lalu. Dan langsung ditindaklanjuti dengan instruksi BKP Deptan RI," kata dia. Saat ini, lanjut Sri, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait semisal Bea Cukai, kepolisian, administratur pelabuhan laut termasuk dinas atau instansi yang membawahi fungsi kesehatan hewan dan peternakan.Hanya saja, sejauh ini hasil pemeriksaan yang dilakukan, belum ditemukan adanya hewan maupun produk hewan yang terindikasi terjangkit wabah flu kuda. "Tapi, seluruh masyarakat Sumsel harus tetap waspada," kata dia.
(tw/asy)











































