Celana Jins Biang Kerok Kerusuhan di Rusun Tanah Abang
Kamis, 20 Sep 2007 13:27 WIB
Jakarta - Celana jins memang benda mati. Tapi kalau jadi barang curian, bisa juga membuat teman makan teman. Itulah cerita di balik kerusuhan di Rusun Tanah Abang.Kisah kerusuhan buruh bangunan Rusun Tanah Abang, nama lain dari Rusun Karet Tengsin, bermula pada Rabu 19 September 2007 siang. Wawan, salah seorang buruh bangunan rusun tersebut kehilangan celana jinsnya.Penasaran dengan raibnya celana kesayangannya itu, pemuda berusia 21 tahun tersebut diam-diam menggeledah tas-tas milik temannya sesama buruh. Dan... taraaatt... celana jinsnya ditemukan di tas Warto. Ketika Wawan menanyakan langsung ke Warto, Warto membantahnya."Bukan, bukan aku yang ngambil," elak Warto.Tidak memperpanjang masalah, akhirnya Wawan mendapatkan kembali celana jinsnya. Rabu siang itu urusan antara Warto dengan Wawan dianggap selesai.Namun rasa kesal rupanya masih tersimpan di hati Warto. Kamis (20/9/2007) dini hari, bersama 10 temannya, Warto mendatangi Wawan di dalam rusun yang sedang dibangun tersebut.Tanpa banyak tanya lagi, Warto langsung membacok Wawan dengan kapak kecil yang dipegangnya. Sreeettt... Lengan kanan dan kiri Wawan bersimbah darah terkena bacokan maut tersebut.Melihat Wawan diserang, teman-teman Wawan tidak tinggal diam. Mereka balik menyerang Warto yang langsung diladeni teman-teman Warto. Namun karena hanya bermodalkan tangan kosong, pembela Warto bernasib serupa dengan Wawan. Bahkan ada salah seorang teman Wawan yang terkena bacokan di tempurung kepalanya.Mendengar ada kerusuhan di dalam rusun, kemanan luar rusun segera turun tangan melerai. Setelah suasana bisa dikendalikan, buruh yang terluka dilarikan ke RS TNI AL Mintoharjo, Benhil, Jakarta Pusat."Mungkin Warto malu sudah ketahuan ngambil celana, makanya dia menyerang Wawan," kata salah satu petugas keamanan Rusun Tanah Abang Mulyadi.
(ana/sss)











































