Keluarga Korban Tewas Tragedi One-Two-Go Disantuni US$ 130.000
Rabu, 19 Sep 2007 18:34 WIB
Jakarta - Korban tewas dan luka dalam tragedi terbakarnya pesawat One-Two-Go di Bandara Phuket, Thailand akan mendapat santunan yang cukup besar. Keluarga masing-masing korban tewas akan mendapat santunan US$ 130.000 (sekitar Rp 1,2 miliar).Informasi ini disampaikan Menteri Transportasi Thailand seperti diberitakan AFP, Rabu (19/9/2007). Maskapai One-Two-Go telah mengansurasikan para penumpang dan awaknya di perusahaan asuransi Lloyd's di London dengan nilai klaim sekitar US$ 300 juta. "Menteri Transportasi akan berusaha sebaik mungkin untuk menjamin bahwa pihak maskapai membayar kompensasi penuh terhadap korban tewas dan luka. Kemungkinan perusahaan asuransi akan membayar US$ 130.000 untuk korban tewas," tulis menteri dalam pernyataan tertulisnya. Saat ini, pihak maskapai One-Two-Go sedang dalam proses negosiasi dengan perusahaan asuransi tersebut untuk mencari besaran kompensasi yang akan ditetapkan. Diharapkan, ada keputusan dalam waktu dekat. Selain dari santunan asuransi, pihak One Two Go juga akan memberikan santunan duka kepada 89 korban tewas, yang masing-masing mendapat santunan US$ 2.900. Sementara untuk 41 korban selamat, One-Two-Go akan membayar penuh biaya perawatan terhadap mereka. "Pasti kami akan memberikan kompensasi kepada para korban luka, tetapi pertama kali kami harus membayar untuk para korban tewas terlebih dulu," kata Vice President One Two Go Kajit Habananda. Dalam kecelakaan pesawat One-Two-Go yang terjadi Minggu (17/9/2007), terdapat 89 orang tewas. Rinciannya, 54 orang warga asing, termasuk sang pilot Arief Mulyadi, yang merupakan warga Indonesia. Sementara lainnya, warga Thailand. Pesawat McDonnell Douglas MD-82 itu jatuh dan terbakar saat mencoba mendarat di Bandara Phuket. Saat kecelakaan terjadi, sedang ada badai dan hujan deras.
(asy/asy)











































