DVI Indonesia Dipuji dan Setara Negara Maju
Rabu, 19 Sep 2007 18:13 WIB
Jakarta - Walau baru berusia seumur jagung, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia sudah mampu menyejajarkan dengan Tim DVI negara maju. Bahkan pengakuan tersebut datang dari forum resmi DVI."Pada pertemuan tahunan internasional kita dinyatakan memiliki kualifikasi sama dengan negara-negara maju seperti Australia dan Inggris," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutanto.Hal tersebut dikatakannya dalam sambutan pada Rakernas ke II DVI di kantor Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2007).Reputasi baik ini juga diakui oleh pemerintah Australia. Bahkan negeri kanguru itu menghibahkan laboratorium DNA yang canggih dan modern untuk Tim DVI Indonesia.Sutanto mengatakan, fungsi identifikasi jenazah tidak hanya untuk mengungkap jati diri seseorang. Tapi proses identifikasi juga punya manfaat lain."Seperti kasus Azahari yang meninggal tahun 2005. Identifikasi lewat gigi dapat membantu penyidik mengungkap pelaku teroris lainnya," ujar Sutanto.Apresiasi juga diberikan oleh Menkes Siti Fadilah Supari. Siti bahkan menilai, Tim DVI yang anggotanya polisi dan dokter berhasil menyelamatkan muka Indonesia."Bayangkan bom Bali yang memakan korban banyak kalau tidak bisa diidentifikasi. Saya juga ikut merasa sangat bangga," tuturnya dalam kesempatan yang sama.Perempuan berkacamata ini secara khusus meminta kepolisian memudahkan perizinan dokter untuk melakukan otopsi. Hal ini perlu untuk mengidentifikasi penyakit baru seperti flu burung. "Tanpa polisi kita tidak bisa otopsi," imbuhnya.Contoh kolaborasi paten antara Depkes dengan Polri adalah pada saat kasus keracunan tempe gembus di daerah Magelang, Jawa Tengah. "Akibatnya, data-data korban lengkap," pungkas Siti.
(gah/nvt)











































