Kejagung Harus Turun Tangan Usut Aset Soeharto Versi PBB

Kejagung Harus Turun Tangan Usut Aset Soeharto Versi PBB

- detikNews
Rabu, 19 Sep 2007 16:16 WIB
Jakarta - Kejagung diminta turun tangan mengusut data PBB dan Bank Dunia yang menyatakan Soeharto sebagai pencuri aset negara terbanyak di dunia.Data yang awalnya dirilis Transparency International (TI) 2004 itu muncul kembali dalam pelucuran kerjasama Stolen Asset Recovery Initiative (StAR) yang digalang PBB dan Bank Dunia di New York, Senin 17 September."PBB dan Bank Dunia itu bukan lembaga yang main-main. Karena itu kalau ingin serius menuntaskan kasus ini ya jangan disia-siakan. Bentuk tim termasuk di dalamnya Kejaksaan untuk memeriksa hasil temuan PBB dan Bank Dunia," ujar anggota Komisi III Yassona H Laoly, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2007). Politisi PDIP ini meminta pemerintah bertindak proaktif dalam kasus ini karena menyangkut harga diri dan nama baik bangsa."Meskipun dalam urutan negara terkorup kita masuk sepuluh besar tapi persoalan ini harus segera dituntaskan agar tidak menjadi imej buruk di dunia internasional," cetus doktor lulusan Harvard University ini.Ditambahkan Yassona, temuan PBB harus dihargai dalam rangka untuk menuntaskan kasus yang melilit mantan presiden tersebut.PBB dan Bank Dunia meluncurkan program penemuan kembali kekayaan yang dicuri para pemimpin dunia. Soeharto masuk dalam peringkat pertama. (nik/nrl)


Berita Terkait