Ratusan Rumah di Muba Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Muba Terendam Banjir

- detikNews
Rabu, 19 Sep 2007 15:54 WIB
Palembang - Banjir di Sumatera Selatan (Sumsel) bukan hanya merendam ratusan rumah di Kota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Muaraenim. Hujan deras selama tiga hari ini juga merendam sejumlah desa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kondisi terparah dialami enam desa di Kecamatan Sungai Keruh, yaitu desa Jirak, Kertayu, Kertajaya, Rantau Sialang, Gajah Mati, dan Desa Tebing Bulang. Informasi yang didapat pers di Palembang, menyebutkan banjir yang melanda Desa Jirak, Kertayu, dan Kertajaya sebenarnya sudah terjadi sejak hari Senin (17/09/2007) kemarin, tapi puncaknya pada Selasa (18/09/2007) dini hari. Kondisi terparah dialami Desa Kertajaya. Desa yang dikitari Sungai Sake ini teggelam dengan ketinggian hingga 1,5 meter, akibat luapan air sungai. Sedangkan di Desa Kertayu dan Jirak, ketinggian air hanya mencapai kisaran 30 cm. Di desa lainnya, banjir juga melanda Desa Rantau Sialang, Gajah Mati. Ironisnya, luapan air yang menggenangi kedua desa ini juga berasal dari Sungai Sake yang meluap. Sedangkan di Desa Tebing Bulang berasal dari Sungai Keruh yang melintasi desa tersebut, dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Di tempat lain, air juga menggenangi Dusun I dan II Desa Gajah Mati, ketinggian air mencapai 1 meter. Banjir serupa sebenarnya pernah terjadi tahun 1993 silam. Tetapi saat itu ketinggian air hanya mencapai setengah meter. Banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Sungai Keruh ini langsung disikapi jajaran Pemkab Muba dengan memberikan bantuan medis dan sembako kepada para korban banjir.Posko penanggulangan bencana dengan tim medisnya segera didirikan di Desa Tebing Bulang. Wakil Bupati Muba Pahri Azhari meninjau ke lokasi desa yang terkena banjir. Dia datang bersama pasukan Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) dari Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, dan satuan polisi pamong praja, yang diturunkan untuk melakukan evakuasi. Kendati banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Sungai Keruh itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar, berupa rumah, harta benda, serta hewan ternak dan kolam ikan yang ikut tenggelam. Apalagi warga desa di Kecamatan Sungai Keruh ini memang rata-rata berprofesi sebagai peternak ayam dan ikan. (tw/asy)


Berita Terkait