4 Suami Cari Istri di Arab Saudi Lewat FPDIP
Rabu, 19 Sep 2007 15:37 WIB
Jakarta - 4 Suami para TKW korban penganiayaan di Arab Saudi mengadu kepada FPDIP. Mereka meminta FPDIP membantu pemulangan istri mereka masing-masing yang sudah 2 bulan tidak diketahui nasibnya."Saya sudah berusaha ke mana-mana termasuk ke Menakertrans, tapi belum ada hasilnya, padahal sudah 2 bulan, dan kami meminta ke FPDIP untuk membantu," ujar Hamid, suami TKW Siti Tarwiyah yang meninggal di Arab Saudi beberapa waktu lalu.Pernyataan itu disampaikan dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2007). Hal yang sama dikatakan Deden Sunandar, suami Tari. Tari yang asal Karawang menjadi korban kekerasan, namun masih hidup. Menurut Deden, pemerintah tidak bertanggung jawab."TKI itu kan penyumbang devisa negara terbesar. Giliran minta pertanggungjawaban kok tidak ada suaranya. Kita minta kepada FPDIP untuk bisa pulangkan istri kami," pinta Deden.Menanggapi hal ini, anggota FPDIP yang juga anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari berjanji membantu memulangkan jenazah dan para korban yang masih berada di Arab Saudi. Salah satunya dengan mengirimkan surat kepada Depnakertrans dan Kedubes Arab Saudi di Indonesia dan Kedubes Indonesia di Arab Saudi."Kita prihatin kenapa giliran rakyat minta ditolong, malah pemerintah tidak buat apa-apa. Giliran bayar pajak, harus tepat waktu. Kita akan kirim surat ke pihak terkait, termasuk ke pihak ambassador," cetus Eva.
(nik/sss)











































