Nurdin Mundur, Priyo Bantah Ada Tekanan dari DPP Golkar
Rabu, 19 Sep 2007 13:48 WIB
Jakarta - Nurdin Halid melayangkan surat mundur dari keanggotaannya di DPR sesaat sebelum rapat yang menentukan nasibnya digelar di rumah Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Selasa malam. DPP Partai Golkar membantah telah menekan Nurdin.Nurdin dipastikan mundur karena kesadarannya sendiri karena tudak bisa menjalankan tugas sebagai anggota DPR akibat keputusan MA yang membuatnya harus mendekam di bui selama 2 tahun karena kasus korupsi minyak goreng."Nggak ada itu tekanan, murni kesadaran sendiri," kata Ketua FPG Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2007).Menurut dia, Nurdin melayangkan dua surat yang ditandatangani Nurdin di atas materai. Surat pertama yang ditujukan kepada Ketua DPR Agung Lakono berisi pengunduran dirinya dari keanggotaan di DPR.Surat kedua berisi permintaan maaf Nurdin kepada DPP Partai Golkar dan ditujukan kepada DPP.Priyo mengimbau agar masyarakat memahami kondisi psikologis Nurdin. Pengunduran diri, kata dia, merupakan langkah terbaik daripada dia diberhentikan BK DPR atau ditarik partai.Sementara Partai Golkar telah menyiapkan dua nama pengganti Nurdin Halid di DPR. Ada dua kandidat yang sedang diproses DPP dan fraksi, yakni Hakamudin dan Nasir Mansyur."Proses sedang kita jalankan, karena sudah ada pengunduran diri dari Pak Nurdin. Penggantinya Hakamudin dan Mansyur. Sebenarnya ada satu lagi Pak Ibrahim Ambong, tapi karena sudah jadi dubes tinggal dua," tutur Priyo.
(umi/sss)











































