Indonesia Tawarkan Produk Non-Migas di Kroasia

Laporan dari Zagreb

Indonesia Tawarkan Produk Non-Migas di Kroasia

- detikNews
Rabu, 19 Sep 2007 11:53 WIB
Indonesia Tawarkan Produk Non-Migas di Kroasia
Den Haag-Zagreb - Ada tiga klasifikasi non-migas yang ditawarkan: jewelry (perhiasan), rempah-rempah, dan obat-obatan. Sudah 20 perusahaan asing yang menunjukkan minat untuk komoditi Indonesia tersebut.Demikian hasil yang diperoleh dari partisipasi KBRI Budapest dalam Zagreb International Autumn Fair (ZIAF), 11-16/9/2007 lalu. ZIAF edisi ke-83 yang merupakan salah satu International Fair terbesar di Eropa Tenggara itu antara lain diikuti Slovenia, Serbia, Austria, Slovakia, Ceko, Polandia, Sri Lanka, Jerman dan Turki.Dubes RI Mangasi Sihombing (untuk akreditasi Hongaria, Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Macedonia) kepada para pengusaha asing menjelaskan mengenai potensi Indonesia sebagai mitra ideal."Indonesia merupakan mitra ideal bagi usahawan asing baik untuk investasi di berbagai bidang maupun untuk perdagangan komoditi. Komoditi ekspor Indonesia banyak ragamnya dengan kualitas tinggi dan harga bersaing," ujar Mangasi dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (19/9/2007) dinihari.Indonesia berpartisipasi dalam fair ini dengan membuka stand seluas 15m2, dengan dihiasi ornamen khas Indonesia. Stand yang diberi label Pavilion Indonesia ini menyediakan layanan data bagi pengusaha asing yang ingin melakukan kontak bisnis dengan usahawan Indonesia maupun yang membutuhkan produk-produk buatan Indonesia. Selain itu juga ditampilkan berbagai sample produk perhiasan, bumbu/rempah-rempah, dan obat-obatan buatan Indonesia. Tidak kurang dari 20 perusahaan asing menunjukkan minat untuk melakukan kerjasama dengan Indonesia dalam kebutuhan bahan mentah kosmetika, sabun, tembakau, furniture, dll.ZIAF ke-83 tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Kroasia Stjepan Mesic pada 11/9/2007 dan dihadiri oleh kalangan pengusaha, industriawan, pejabat pemerintah Kroasia, dan korps diplomatik. Mangasi Sihombing memanfaatkan momentum itu untuk berdialog dan membahas langkah-langkah promosi dagang Indonesia. (es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait