Pemancangan Tiang Pasar Tanah Abang Diwarnai Demo Pedagang
Rabu, 19 Sep 2007 11:35 WIB
Jakarta -
Pemancangan tiang pembangunan Pasar Tanah Abang oleh Walikota Jakarta Pusat Mukhayat diwarnai aksi demonstrasi pedagang pasar tekstil raksasa itu.Sekitar 500 pedagang pasar Tanah Abang lama yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pedagang Tanah Abang, berdemo menolak pembangunan pasar Tanah Abang blok B dan blok D, di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2007)."Tolak! Tolak! Pasar baru tolak!" teriak para pedagang itu sambil mengepalkan tangan ke atas. Mereka juga mengusung spanduk warna putih ukuran 2x4 meter bertuliskan "Tolak Pembangunan Pasar Tanah Abang Baru".Mereka berdemo sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB di blok D. Sementara pemancangan tiang dilakukan di blok B.Menurut koordinator Sekber, Yaril, penolakan ini karena beberapa alasan, antara lain ketakutan pedagang pasar terulang seperti yang terjadi di blok A, pasar Tanah Abang."Pada kasus di blok A, pedagang seperti ditipu. Bilangnya mau ditempatin di lantai 1, ternyata lantai 1-nya bawah tanah. Atau juga ditaruh di lantai 4 yang paling tinggi. Akhirnya pembeli jarang yang datang, karena susah mencarinya, tidak strategis," kata dia.Bahkan, lanjutnya, para pedagang itu ditarik uang sewa beli Rp 20-55 juta per bulan. "Itu kan benar-benar mahal," keluhnya.Selain alasan di atas, hingga saat ini belum ada kesepakatan antara pedagang lama dan pedagang baru mau menempati stan di mana. Masalah ini, lanjutnya ditengahi pihak pasar."Harusnya kita (pedagang lama) kan ditaruh yang strategis. Kan kita yang lebih lama," kata dia.Sekitar 100 polisi dari Polres Jakarta Pusat dibantu 200 Satpol PP berjaga di seluruh pelosok pasar. Jalan di depan pasar dari arah Karet ke Meruya pun ditutup karena kegiatan pemancangan tiang pasar. Kendaraan hanya bisa melewati underpass di depan pasar itu. Sedangkan arah sebaliknya macet karena kegiatan pasar dan volume kendaraan.
(nwk/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































