Nekat Pakai Bahu Jalan
Arimbi Tabrak Avanza di Tol Janger
Rabu, 19 Sep 2007 08:17 WIB
Jakarta - Menyetir mobil di bahu jalan tol sungguh berbahaya. Karena nekat menggunakan jalur terlarang itu, satu mobil Avanza nopol B 8915 IV diseruduk oleh bus Arimbi nopol B 7216 PB sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (19/9/2007).Ceritanya, Avanza semula melaju di bahu jalan tol Jakarta-Tangerang alias Janger. Saat itu Avanza melaju dari arah Tangerang menuju Jakarta. Menjelang contraflow di KM 8, tiba-tiba Avanza menyalip ke kanan atau ke lajur 1. Bus Arimbi yang melaju di lajur 1 tampaknya kaget dan langsung menabrak Avanza itu. Pintu bagian belakang kendaraan itu penyok, sedangkan Arimbi kabur. Petugas tol langsung mengejar bus itu. Saat ini posisi Arimbi diketahui telah berada di tol dalam kota dari Tomang ke arah Cawang.Di tol Janger, pelanggaran di bahu jalan sering terjadi. Hal ini berbeda dengan situasi jalan tol dalam kota. Siapa yang nekat melaju di bahu jalan, maka polisi yang berjaga siap mencegat dan menilang. "Seharusnya di tol Janger hal itu juga bisa dilakukan," kata Pangestu, salah satu pelanggan tol Janger dan tol dalam kota, kepada detikcom.Pangestu menceritakan, sebagai pengguna jalan tol, dia sering menyampaikan keluhan penggunaan bahu jalan tol itu kepada PJR. Kecelakaan akibat penggunaan bahu jalan tol pernah terjadi pada 10 Juni lalu.Kala itu seorang pengendara pick up tewas diseruduk Honda Jazz yang melaju di bahu jalan tol Bitung menunju Jakarta dengan kecepatan tinggi. Ceritanya, pick up sedang mogok. Pengendara lalu mendorong kendaraannya di bahu jalan.Saat itulah Honda Jazz yang mencuri bahu jalan meluncur dan menabrak pengendara pick up. Pengendara pick up tewas sedang penabraknya adalah siswa SMA berusia 17 tahun yang tidak mengantongi SIM.Seperti diketahui, bahu jalan tol hanya dapat digunakan saat arus lalu lintas dalam keadaan darurat dan diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat.Sementara itu, kecelakaan di dekat contraflow tol Janger di KM 8 sering terjadi. Penyebabnya, contraflow yang baru diubah dua bulan lalu itu minim rambu-rambu."Saya sering lihat banyak bus-bus yang lewat situ pontang-ponting karena tiba-tiba di KM 8 itu terdapat tanda kerucut-kerucut merah," kata Pangestu."Rambu-rambunya minim sekali dan papan petunjuknya tidak eye catching," imbuhnya.Terkait:* Pengendara Kaget Contraflow Tol Tangerang Pindah di KM 8* ABG Tabrak Orang di Tol Bitung Hingga Tewas
(nrl/nwk)











































