Arief Daratkan One-Two-Go Tanpa Acuhkan Peringatan Bahaya
Rabu, 19 Sep 2007 04:14 WIB
Phuket - Badan Pengendali Lalu Lintas Udara Thailand membantah menyuruh pilot One-Two-Go, Arief Mulyadi, mendarat di Bandara Phuket, Thailand, di tengah cuaca buruk. Arief bahkan telah diberi izin untuk kembali ke Bangkok, namun nyatanya tetap memaksa untuk mendarat."Ada peringatan terpaan angin dari pilot penerbangan sebelumnya yang mendarat 4 menit lebih dulu," ungkap Wakil Presiden Badan Pengendali Lalu Lintas Udara Thailand, Kumtorn Sirikorn, kepada AFP, Selasa (18/9/2007)."Badan pengendali lalu lintas udara menanyakan pilot, apakah dia tahu mengenai guntingan angin itu, dan dia bilang tahu... tapi pilot tetap memaksa mendarat," imbuh Kumtorn.Sebelumnya, anak Arief Mulyadi menyebutkan bahwa ayahnya ingin kembali ke Bangkok, Thailand. Namun, menara pengendali Phuket menyatakan Arief harus tetap mendarat.Udom Tantiprasongchai, presiden One-Two-Go, menyatakan maskapainya akan bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Namun, Udom meminta media jangan terlalu cepat menyalahkan kru pesawat atas peristiwa naas yang membunuh 89 orang itu."Terlalu dini untuk menyimpulkan, tidak adil untuk karyawan-karyawan kami. Mohon tunggu sampai penyelidikan selesai," ujar Udom.
(aba/aba)











































