Swiss Siap Bantu PBB Membuka Rekening Hasil Korupsi

Swiss Siap Bantu PBB Membuka Rekening Hasil Korupsi

- detikNews
Rabu, 19 Sep 2007 04:06 WIB
Jenewa - Swiss dikenal sebagai negara yang paling aman dalam menyimpan uang maupun harta. Privasi nasabah menjadi hal sangat rahasia dan haram dibocorkan pada pihak manapun. Peraturan ini tak ayal membuat Swiss menjadi surga koruptor untuk menyimpan hasil korupsinya.Namun, prakarsa Stolen Asset Recovery (StAR) atau pemulihan aset yang dicuri yang digagas PBB dan Bank Dunia memuat Swiss bertekuk lutut. Swiss siap mendukung prakarsa StAR untuk pemimpin korup yang menyimpan uang di negaranya."Swiss selalu tertarik untuk memastikan dana kriminal tidak mengendap di sektor finansial," ujar Menlu Swiss di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Selasa (18/9/2007).Swiss setidaknya mengembalikan US$ 1,6 miliar dana yang diduga hasil korupsi pada negara asal akhir-akhir tahun ini. Namun, pengembalian itu membutuhkan waktu belasan bahkan puluhan tahun.Filipina membutuhkan waktu 18 tahun mengembalikan US$ 624 juta yang dicuri mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos. Nigeria juga harus berjuang melalui pengadilan Swiss untuk mengembalikan US$ 700 juta, dari US$ 2 miliar uang yang dikorupsi mantan Presiden diktator Nigeria Sani Abacha dalam kurun 1993-1998. (nwk/aba)


Berita Terkait