Ketua MPR: Asas Tunggal Tak Sesuai Semangat Reformasi

- detikNews
Selasa, 18 Sep 2007 22:16 WIB
Jakarta - Pembahasan RUU Partai Politik menjadi ramai dengan usulan penerapan kembali asas Pancasila sebagai asas tunggal bagi setiap parpol. Ketua MPR Hidayat Nurwahid tak setuju dengan asas tunggal itu."Yang mengungkit-ungkit kembali masalah ini malah akan jadi kontraproduktif. Sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan. Karena tidak ada masalah dengan praktek politik kita," ujar Hidayat Nurwahid di sela-sela acara buka puasa bersama ormas-ormas dakwah Islam di kediamannya, Jalan Widya Chandra IV no 16, Jakarta, Selasa (18/9/2007).Hidayat mengatakan, asas tunggal tidak sesui dengan semangat reformasi yang mengehendaki kebebasan setiap ormas dan parpol untuk memiliki asas masing-masing. Jika asas tunggal kembali diterapkan, menurut dia, sama saja kembali kepada masa Orde Baru lalu."Ini justru bertentangan dengan semangat demokrasi dan pluralitas. Kenyataannya, asas tunggal ketika itu tidak menghadirkan apa-apa yang selalu digembar-gemborkan tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika, menghormati pluralitas, dan menghormati kesatuan nasional," ujarnya.Dengan memunculkan kembali wacana asas tunggal, lanjut mantan Presiden PKS ini, dikhawatirkan dapa memicu timbulnya perpecahan bangsa. Penyeragaman menurut dia, tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika yang menghargai keberagaman.Apalagi UU Parpol sudah sangat jelas sekali mengatur komitmen seluruh parpol untuk memperjuangkan NKRI dan setia pada Pancasila. Sehingga, Hidayat mengatakan, tidak perlu diformalitaskan dalam AD/ART masing-masing parpol."Jika diformalitaskan, seakan-akan ada pertentangan antara Islam dan Pancasila. Padahal sila pertama Pancasila jelas ketuhanan yang maha esa," pungkasnya.

(rmd/aba)