Amankan Jalur Mudik, Polisi Kerahkan Sniper
Selasa, 18 Sep 2007 16:10 WIB
Jakarta - Para pemudik tetap harus waspada, meski keamanan di perjalanan dijamin polisi. Jauh-jauh hari polisi sudah mengantisipasi berbagai gangguan. Polisi juga menurunkan sniper. "Sepanjang jalan utama akan dipasang pos-pos untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat," kata Kababinkam Mabes Polri Komjen Pol Imam Haryatna di kantor Bulog, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (18/9/2007). Menurut Imam, pengamanan secara rutin dilakukan setiap tahun dengan nama operasi ketupat. "Operasi ini dilakukan selama 16 hari mulai tanggal 6 sampai 21 Oktober," tambah Imam. Apabila ada gangguan di sepanjang perjalanan seperti ada orang yang meminta-minta uang, dia mengimbau agar pengemudi melaporkan saja hal ini kepada petugas. "Pengemudi juga harus memiliki keberanian untuk tidak memberi iming-iming, tetapi melaporkan. Kalau yang meminta petugas yang nakal juga dilaporkan saja," jelasnya. Sementara itu sebelumnya Kepala Deputi Operasi Mabes Polri Irjen Pol FX Soenarno menjelaskan apabila gangguan keamanan cukup mengkhawatirkan seperti bajing loncat dan ancaman teror, Polri pun akan menurunkan sniper atau penembak jitu. "Kalau memang diperlukan kita turunkan kalau kejahatannya sedemikian rupa, tapi kita lihat perkembangan situasi saja," jelas Soenarno di tempat terpisah. Sedang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto menyatakan ada sekitar 60 ribu personel yang akan dilibatkan dalam pengamanan lebaran. Mulai dari jajaran Polda hingga ke Polres, dan Polsek akan dilibatkan.
(ndr/asy)











































