Pilot One-Two-Go, Arief Mulyadi Dinilai Abaikan Bahaya Angin

Pilot One-Two-Go, Arief Mulyadi Dinilai Abaikan Bahaya Angin

- detikNews
Selasa, 18 Sep 2007 16:03 WIB
Phuket - Pilot pesawat MD82 One-Two-Go Thailand, Arief Mulyadi, dinilai mengabaikan peringatan bahaya angin. Akibatnya terjadi kecelakaan yang menewaskan 89 penumpangnya.Pernyataan ini disampaikan pejabat setempat seperti dikutip AFP Selasa (18/9/2007). Petugas Air Traffic Controller (ATC) sudah memperingatkan ada wind shear atau perubahan arah angin mendadak saat pesawat ini hendak mendarat, hingga akhirnya kecelakaan tidak terhindarkan."Ada peringatan wind shear dari pilot yang mendarat 4 menit sebelumnya," ujar Wakil Presiden Radio Aeronautical Thailand, Kumtorn Sirikorn.Menurut Sirikorn, ATC bertanya apakah Arief mengetahui angin ini. Arief menjawab dirinya tahu. ATC kemudian memberi opsi apakah Arief ingin membatalkan pendaratan."Tapi pilot bersikeras untuk mendarat," kata Sirikorn.Meski demikian, putra Arief kepada sejumlah media di Indonesia mengatakan dirinya diberi tahu sejumlah pejabat di Phuket, ayahnya hendak berputar balik ke Bangkok. Namun, dia diminta mendarat.Wind shear merupakan perubahan tiba-tiba dari tiupan angin yang bisa mendorong pesawat keluar landasan. Namun angin ini bisa hilang tiba-tiba sehingga pilot akan kesulitan mengendalikan pesawat.Presiden maskapai One Two Go Udom Tantiprasongchai mengatakan maskapainya bertanggung jawab. Namun dia membela pilotnya."Terlalu dini untuk melompat pada kesimpulan, ini tidak adil untuk pegawai kami. Mohon menunggu sampai investigasi selesai," ujarnya kepada wartawan.Wakil Menteri Tranportasi Thailand Sansern Wongcha-um mengatakan black box telah dikirim ke AS dan hasilnya akan diketahui dalam 2 minggu. Sementara keluarga korban terus berusaha mencari keluarganya. 36 Warga asing yang menjadi korban belum dapat diidentifikasi. (fay/nrl)


Berita Terkait