Bupati Purwakarta Bisa Jadi Tersangka Korupsi APBD

Bupati Purwakarta Bisa Jadi Tersangka Korupsi APBD

- detikNews
Selasa, 18 Sep 2007 15:22 WIB
Bandung - Nasib Bupati Purwakarta Lily Hambali Hasan bagai telur di ujung tanduk. Dia bisa saja menjadi tersangka jika tak bisa mempertanggungjawabkan aliran dana bencana alam dan pembangunan Islamic Centre.Lily diperiksa secara maraton dalam dua kasus, yakni dugaan korupsi bantuan dana bencana alam dari APBD Pemprov Jabar sebesar Rp 2 miliar, dan pembangunan Islamic Centre dari APBD Purwakarta 2001-2004 sebesar Rp 1,725 miliar.Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar Basuni Masyarif mengatakan, saat ini status Lily masih sebagai saksi. Namun bukan tidak mungkin status Lily naik kelas menjadi tersangka."Bisa saja statusnya dinaikkan jika tidak bisa mempertanggungjawabkan aliran dana yang ditanya penyidik. Tapi kami kan harus obyektif, tidak bisa menaikkan status tanpa alasan," ujar Basuni di Kejati Jabar, Jl RE Martadinata, Bandung, Selasa (18/9/2007).Basuni menjelaskan, dalam kasus dana bencana alam, bantuan dana dari Provinsi Jabar Rp 2 miliar masuk ke rekening pribadi Lily. Namun, Lily mengaku rekening tersebut merupakan rekening dinas."Tapi aneh, rekening dinas kok yang tahu hanya bupati dan pemegang kas saja," ujar Basuni.Untuk kasus dugaan korupsi pembangunan Islamic Centre, anggaran pembangunan yang telah dialokasikan secara multi year sejak APBD tahun 2001 hingga 2004 adalah sebesar Rp 2,275 miliar. Dari total anggaran itu, yang digunakan baru Rp 200 juta untuk pembuatan pondasi. "Tapi di rekening kas daerah hanya ada Rp 800 juta. Jadi ada dana yang tidak jelas alirannya yaitu sebesar Rp 1,725 miliar," tuturnya.Ketika hal ini ditanyakan ke bendahara Pemkab Purwakarta, Entin Kartini, jawabannya dipinjam oleh bupati. "Alasan peminjamannya tidak jelas untuk apa. Kita masih belum tahu, dana itu digunakan oleh bupati atau bendahara," ujarnya. Entin sudah ditetapkan sebagai tersangka.Basuni menambahkan untuk memperjelas kasus ini, pihaknya juga memanggil Sekda Purwakarta Adung Abdullah dan Kabag Keuangan Pemkab Purwakarta."Pekan depan, kami juga akan memanggil wakil bupati. Ini penting, karena bupati dan wakil bupati seharusnya tahu aliran dana itu kemana," cetusnya.Hingga pukul 15.15 WIB, Lily masih diperiksa. Menurut Basuni, pihaknya telah menyiapkan 35 pertanyaan seputar aliran dana pembangunan Islamic Centre. (ern/djo)


Berita Terkait