One-Two-Go Tewaskan 89 Orang, Dubes Asing 'Rebutan' Korban

One-Two-Go Tewaskan 89 Orang, Dubes Asing 'Rebutan' Korban

- detikNews
Senin, 17 Sep 2007 15:39 WIB
Bangkok - Kondisi 89 jenazah korban musibah pesawat One-Two-Go yang jatuh dan terbakar di Phuket, Thailand, sulit dikenali. Para dubes asing pun harus berjuang mendapatkan jasad warganya masing-masing.Data termutakhir, 89 dari 130 penumpang dan kru tewas ketika pesawat MD-82 yang dipiloti warga Indonesia bernama Arief Mulyadi itu menghantam landasan saat mendarat di tengah cuaca buruk.Namun berapa persisnya jumlah warga asing yang menjadi korban tewas masih membingungkan. Petugas hanya memperkirakan antara 31 hingga 55 orang.Jumlah finalnya baru bisa diketahui setelah otopsi terhadap semua jenazah selesai dilakukan. Demikian dilaporkan AFP, Senin (17/9/2007).Sementara para pihak kedutaan besar asing yang berada di Bangkok tentunya tak bisa tinggal diam menunggu. Mereka pun berjuang mendapatkan informasi mengenai warganya masing-masing. Apakah telah menjadi korban tewas atau selamat atau terluka.Sejauh ini, Kedubes AS telah mengonfirmasi 4 warganya tewas dan 1 orang selamat. Sementara Australia menyatakan 1 warganya tewas dan 1 lainnya terluka. Sedangkan Prancis kehilangan nyawa 1 warganya dan 2 lainnya terluka.Inggris menyatakan 2 warganya selamat. Israel mengonfirmasi 10 warganya ada di dalam pesawat, 2 di antaranya berada di rumah sakit dengan luka ringan, 8 lainnya entah di mana.Belanda mengonfirmasi 2 warganya menderita luka ringan. Swedia mendata 4 warganya di dalam pesawat naas itu, 1 di antaranya tewas dan teridentifikasi, 1 hilang, 2 luka ringan.15 Dari 21 warga Iran yang menjadi penumpang pesawat dengan nomor penerbangan OG 269 kemungkinan tewas. Pejabat konsuler Iran di Bangkok menuju Phuket untuk mengecek fakta.RS Phuket merawat 29 korban luka, termasuk 7 warga Thailand, 6 warga Iran, 2 warga Irlandia, 4 warga Jerman, 3 warga Inggris, 2 warga Israel, serta masing-masing 1 warga Australia, Kanada, Austria, dan Prancis. Satu orang lagi belum diketahui kewarganegaraannya. (sss/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads