SBY Sentil Gubernur Bengkulu
Senin, 17 Sep 2007 11:00 WIB
Bengkulu - Distribusi bantuan bagi korban gempa Bengkulu rupanya belum efektif. Saat menyampaikan paparan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin berkali-kali disentil SBY.SBY bahkan memotong paparan perkembangan terakhir tanggap darurat yang disampaikan Agusrin di Posko Satkorlak, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (17/9/2007).Interupsi pertama tercetus dari SBY saat Agusrin melaporkan penambahan logistik bantuan bagi para pengungsi. Agusrin menyampaikan kebutuhan 83 ribu helai kain sarung dan selimut. Sarung-sarung tersebut, kata dia, akan dibagikan kepada pengungsi yang bertahan di tempat pengungsian.Mendengar itu, spontan SBY memotong penjelasan Agusrin. "Apakah harta benda warga ikut tertimpa bangunan? Kan bangunan yang roboh tidak banyak? Artinya pakaian mereka yang ada di rumah masih bisa dipakai," kata SBY.Mendengar hal itu, Agusrin yang menyampaikan paparan dengan OHP hanya bisa menganggukkan kepala. "Siap, Pak. Siap. Kami akan lakukan," ujarnya.Agusrin kemudian melanjutkan paparannya. Dia menjelaskan, kebutuhan tenda plastik dan tenda regu tambahan sebanyak 6.415 unit. Bantuan itu digunakan untuk mencukupi hingga akhir masa tanggap darurat atau sekitar H+7."Tolong itu dihitung lagi oleh bupati dan camat. Saat tsunami saja (di NAD) butuhnya hanya 600," sentil SBY.Lagi-lagi Agusrin hanya bisa menganggukkan kepala. "Siap, Pak. Siap," ujarnya.Meski demikian, Agusrin berusaha memberikan penjelasan lebih detil kepada SBY. Menurut dia, tambahan tenda dan kain sarung sebanyak itu, disebabkan kondisi warga yang masih trauma untuk kembali ke rumahnya masing-masing.Gempa-gempa susulan, kata dia, masih kerap terjadi. Sedangkan isu akan terjadi gempa susulan yang jauh lebih besar santer beredar. Warga pun takut mendiami kembali rumahnya karena khawatir roboh tertimpa rumah. Sedangkan bertambahnya kebutuhan tenda disebabkan perubahan sistem penampungan pengungsi."Sebelumnya kita menggunakan tenda regu. Tapi agar warga masih bisa menggunakan perlengkapan rumah tangganya yang selamat, tenda kami dirikan di depan rumah masing-masing. Sementara tenda regu akan dipakai di sekolah dan rumah sakit," jelasnya.SBY kemudian menyampaikan instruksinya pada Agusrin, agar memastikan setiap distribusi bantuan bagi korban berjalan efektif. Bantuan tersebut harus diterima yang membutuhkan dengan cepat dan tepat sasaran."Saya tidak senang ada warga yang membutuhkan yang tidak mendapat bantuan. Wajib hukumnya kita memenuhi satu orang sekalipun. Tapi harus ada logikanya. Jangan sampai pada saat seperti ini hitungannya tidak masuk akal. Harus juga tetap akuntabel," kata SBY.
(fiq/sss)











































