Masih Trauma Gempa, Warga Mukomuko Pilih Tidur di Tenda
Senin, 17 Sep 2007 05:44 WIB
Jakarta -
Gempa yang terjadi pada 12 September lalu menyimpan trauma mendalam pada warga Mukomuko, Bengkulu Utara. Sebagian besar dari mereka pun lebih memilih tidur di tenda-tenda yang didirikan di sekitar rumah mereka."Mereka masih trauma, gempa susulan masih sering dirasakan jadi warga memilih tidur di tenda-tenda," kata Kapolres Mukomuko AKBP Budi Dermawan saat dihubungi detikcom, Senin (17/9/2007).Warga menyimpan rasa takut akan tertimpa reruntuhan rumah. "Rumah mereka juga tidak bisa di tinggali, sebagian besar rusak," imbuh Budi yang kantornya juga ikut rusak.Menurut dia untuk pasokan listrik pun belum sepenuhnya normal, hanya di ibu kota kabupaten saja listrik sudah normal seperti biasa. "Banyak kecamatan-kecamatan yang listriknya masih padam, mungkin karena jaringannya rusak," imbuh Budi.Meski distribusi bantuan sudah mulai lancar dan warga kini sudah banyak yang menerima, namun beberapa bantuan sangat dibutuhkan para pengungsi. "Tenda, beras, obat-obatan. Warga juga mulai banyak yang terserang ISPA karena tidur di luar," jelas Budi.
(ndr/fiq)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































