Astronot Malaysia Diharap Berpuasa Selama di Luar Angkasa
Minggu, 16 Sep 2007 15:24 WIB
Kuala Lumpur - Dua astronot Malaysia akan mengangkasa pada bulan Ramadan ini. Otoritas setempat berharap astronot itu memilih tetap menjalankan ibadah puasanya selama di luar angkasa.Dua astronot tersebut, seorang merupakan dokter dan satunya lagi dokter gigi angkatan darat, beragama Islam. Mereka saat ini sedang menjalani latihan di Rusia sebelum meluncur ke luar angkasa pada 10 Oktober nanti selama 11 hari dengan pesawat antariksa Soyuz.Astronot Muslim memang telah ada yang pergi ke luar angkasa, namun belum pernah yang meluncur di bulan Ramadan.Anan C. Mohd, dari Departemen Pengembangan Islam Malaysia, menyatakan, astronot dapat memilih tetap berpuasa di luar angkasa atau tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari saat kembali ke Bumi. "Sungguh luar biasa bila astronot kami memilih tetap berpuasa. Kami ingin mengetahui bagaimana pengalaman berpuasa di luar angkasa. Saya yakin dia akan tetap bersemangat dan menemukan itu adalah pengalaman yang penuh sensasi," ujar Anan seperti dilansir AFP, Minggu (16/9/2007).Muslim pergi ke luar angkasa melahirkan perdebatan, termasuk dalam konferensi yang dihadiri ulama dan saintis di Malaysia, belum lama ini. Mereka membicarakan bagaimana salat dilakukan di luar angkasa di tengah kesulitan menemukan Makkah -- kiblat kaum Muslim dalam menunaikan salat -- dan bagaimana posisi tubuh dalam beribadah di lingkungan bergrativasi nol.Anan menyatakan, Komite Fatwa Nasional memberikan keringanan bagi astronot untuk beribadah di luar angkasa. "Astronot bisa salat dengan cara lain misalnya mengucapkannya dalam hati, sepanjang niatnya adalah baik," kata Anan.Dua astronot Malaysia itu terpilih dari ribuan pendaftar. Proyek astronot itu mulai digodok pada 2003 ketika Rusia setuju mengirim orang Malaysia ke stasiun luar angkasa sebagai bagian dari pembelian 18 pesawat tempur Sukhoi senilai 1 miliar dolar.
(nrl/nwk)











































