Awan Panas Datang Lagi, Lereng Selatan Merapi Hujan Abu
Minggu, 16 Sep 2007 13:35 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 1,5 kilometer ke arah barat daya. Akibatnya warga yang tinggal di lereng selatan di wilayah Kabupaten Sleman diguyur hujan abu tipis.Hujan abu terjadi pada hari Minggu (16/9/007) sekitar pukul 08.00 WIB atau sekitar 2 jam setelah luncuran awan panas. Hujan abu dirasakan warga di Dusun Turgo dan Tritis, Pakem, Dusun Ngepring dan Ngandong Desa Girikerto Kecamatan Turi Sleman. Butiran abu vulkanis Merapi itu sangat tipis, sehingga tidak kelihatan bila menempel di dedaunan dan genting rumah warga. Warga hanya merasakan merasa ada butiran debu halus yang menempel di kulit dan telapak tangan.Petugas di Pos Pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang Sleman, Panut, mengatakan luncuran awan panas sejauh 1,5 kilometer terjadi sekitar pukul 06.09 WIB. Arah luncuran ke barat daya menuju hulu Kali Krasak. Berdasarkan data di pos pengamatan terjadi sedikitnya guguran sebanyak 7 kali dan gempa multiphase 7 kali."Jarak luncuran awan panas sekitar 1,5 kilometer ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak. Saat ini status Merapi tetap Waspada," kata dia.Menurutnya, bila ada warga yang merasa terjadi hujan abu tipis disebabkan karena debu tertiup angin ke arah selatan lereng Merapi. Saat terjadi luncuran awa panas dan dilanjutkan adanya hujan abu, cuaca di sekitar Merapi pagi hari hingga siang ini terus diselimuti kabut tebal."Pengamatan secara visual memang tidak bisa tapi dari alat seismograf tercatat adanya guguran dan awan panas ke arah Kali Krasak," katanya.Ketika ditanya apakah ada hubungannya antara munculnya awan panas Merapi dengan gempa yang terjad di Sumatera di Bengkulu dan Padang, dia engatakan sampai sekarang pihaknya belum bisa memastikan."Kita belum bisa mengetahui, namun selama Merapi masih berstatus waspada munculnya awan panas, pasti selalu terjadi meski berjarak pendek," katanya.
(bgs/nrl)











































