Golkar Berkomitmen Berkuasa Kembali Tahun 2009
Minggu, 16 Sep 2007 12:17 WIB
Jakarta - Pemilu 2009 yang masih 2 tahun lagi, tak menghalangi partai politik (parpol) untuk terus bekerja agar menjadi pemenang. Tak terkecuali Partai Golkar, yang ingin menang baik di pemilihan legislatif dan pemilihan presiden."Kita belum menentukan calon (presiden)-nya siapa. Tetapi, yang pasti kita berkomitmen untuk menjadi partai yang berkuasa kembali," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono di sela-sela safari Ramadan di Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (16/9/2009).Menurut politisi yang juga Ketua DPR ini, perjuangan perebutan kekuasaan kembali oleh Golkar dimaksudkan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyrakat, bukan semata-mata berkuasa kembali."Paradigma kita berkuasa kembali, karena kita ingin kekuasaan itu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," kilahnya. Agung menilai, wajar jika setiap parpol ingin menjadi pemenang dalam setiap pemilu. Karena itu, persiapan-persiapan dengan menunjukkan kinerja dan keberpihakan kepada rakyat harus dilakukan sejak jauh hari.Apakah pernyataan ini berarti Golkar ingin memajukan sendiri capresnya? "Kita belum berpikir ke arah itu. Karena kita masih akan menunggu hasil Pemilu 2009. Segala kemungkinan bisa terjadi," sahut Agung.Sementara itu, salah satu ketua departemen DPP Partai Golkar Anton Lesiangi menegaskan bahwa penentuan capres-cawapres Partai Golkar setelah pemilihan legislatif, semata-mata didasarkan pada pertimbangan rasionalitas parpol. Karena parpol baru tahu kekuatannya setelah mengetahui hasil pemilu legislatif 2009. "Kita pakai akal, tidak pakai dengkul. Kalau saja dalam pemilu legislatif kita mendapatkan 150 kursi di DPR, capres dan cawapresnya harus dari Golkar. Ya bisa jadi Jusuf Kalla dan Agung Laksono, kenapa tidak?" kata Anton.
(nwk/nrl)











































