Istri Gus Dur Buka Puasa di Gereja Kemuning
Sabtu, 15 Sep 2007 22:32 WIB
Bandung - Mengusung isu multikulturalisme, istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid berbuka puasa bersama dan shalat Maghrib di Gereja Salib Suci di Jalan Kemuning Bandung, Sabtu (15/9/2007).Buka puasa bersama yang diprakarsai oleh LSM Puan Amal Hayati ini, melibatkan sedikitnya seratus anak jalanan di Bandung.Sekitar pukul 17.20 WIB, Shinta dan rombongan datang yang disambut oleh anak jalanan yang sudah berkumpul sejak pukul 16.00 WIB.Acara buka puasa ini dilakukan di halaman samping gereja. Sementara di dalam gereja sendiri sedang dilaksanakan misa. Sambil menunggu adzan Maghrib, Shinta Nuriyah berbincang-bincang dengan anak jalanan yang isinya merupakan ceramah. Dia bertanya mengenai rukun Islam, namun hanya sedikit anak jalanan yang menjawab."Jadi rukun Islam yang ketiga itu puasa. Pada puasa nggak nih?," tanyanya. Sebagian menjawab puasa dan sebagiannya lagi berseru tidak.Saat adzan Maghrib berkumandang, panitia pelaksana langsung membagikan satu kantong nasi dus. Setelah menerimanya, para anak jalanan itu langsung membubarkan diri. Panitia sendiri sudah menyediakan tempat shalat di aula belakang gereja.Menurut Shinta Nuriyah, pemilihan lokasi buka puasa bersama ini ditunjuk oleh panitia lokal. "Sudah delapan tahun saya melakukan sahur dan buka puasa keliling. Saya tidak memilih apakah harus di gereja atau klenteng," ujarnya.Kehadirannya di tengah-tengah umat lain, kata dia, sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama di Indonesia."Saya melibatkan seluruh umat beragama di Indonesia. Kita ini kan bhineka tunggal ika, jadi alangkah baiknya ramadan ini kita jadikan ajang persaudaraan," tandasnya.Dia mengungkapkan rencananya dalam satu bulan puasa ini, dia akan berkunjung ke 23 kota di Indonesia. Dirinya juga akan berkunjung ke Hongkong."Sebelum ke Hongkong, saya mau ke Batam dulu. Di Hongkong saya mau bertemu dengan para TKW untuk memberikan support pada mereka," tuturnya.Sementara itu, Pimpinan Gereja Salib Suci, Romo Dedy Pradipto mengatakan pihaknya gembira menerima kedatangan mantan ibu negara tersebut. "Saya harap semangat Ramadan bisa kami rasakan juga," katanya.
(ern/ken)











































