Myanmar Cabut Saluran Telepon Aktivis dan Jurnalis
Sabtu, 15 Sep 2007 17:12 WIB
Bangkok - Situasi dalam negeri Myanmar semakin panas. Junta militer yang berkuasa mencabut saluran telepon genggam sejumlah aktivis dan jurnalis. Dua di antara jurnalis yang dicabut sinyalnya itu dari kantor berita Agence France-Presse (AFP).Sumber di Kementerian Telekomunikasi Myanmar menyebutkan, lebih dari 50 sinyal telepon telah dicabut sejak Senin 10 September untuk membatasi penyebaran informasi tentang aksi protes. Pejabat di Kementerian tersebut menyebutkan, pemutusan saluran itu 'atas perintah pejabat yang lebih tinggi'.Seperti dilansir AFP, Sabtu (15/9/2007), jika telepon mereka yang dicabut itu dihubungi, muncul pesan 'untuk sementara tak bisa dihubungi'. Manajemen AFP sendiri kemudian telah mendesak pemerintah Myanmar untuk memulihkannya saluran telepon genggam karyawannya itu karena sangat diperlukan untuk bekerja.Pencabutan sinyal telepon ini diduga terkait dengan aksi protes anti-junta militer yang telah berlangsung sejak 19 Agustus 2007 lalu. Minggu 9 September lalu, junta militer mengancam akan melakukan 'aksi efektif' terhadap pendukung prodemokrasi yang melakukan aksi.Setelah pernyataan itu dikeluarkan, anggota partai oposisi National League for Democracy (NLD) mengungkapkan telah kehilangan sinyal telepon genggamnya. Kemudian pada Rabu, saluran telepon tetap di markas NLD di Yangon juga terputus.Aktivis-aktivis prodemokrasi Myanmar telah berjuang satu dekade melawan junta militer yang berkuasa sejak 1962. Kelompok kecil namun gigih ini kembali melakukan protes baru-baru ini setelah naiknya harga BBM di Myanmar.
(aba/umi)











































