Bocah Pengais Rejeki Ramadan di Kemacetan Jakarta

Bocah Pengais Rejeki Ramadan di Kemacetan Jakarta

- detikNews
Sabtu, 15 Sep 2007 15:04 WIB
Jakarta - "Air, Oom. Air, Tante. Untuk buka puasa," ujar seorang anak lelaki berpakaian kumal dan bersandal jepit di sela-sela kemacetan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langit sudah berwarna kemerahan, tanda akan datang malam, saat si anak 10 tahun itu menawarkan jualannya.Dagangannya tak banyak, hanya dua botol air mineral ukuran 600 ml di masing-masing tangan kiri dan kanan. Dua botol air mineral itu ditawarkan kepada para pengemudi mobil yang terjebak kemacetan menjelang saat berbuka puasa. "Ya, lumayan juga banyak yang beli, sore ini sudah laku lima botol," ujar Ari (10), penjual minuman itu pada detikcom, Jum'at (14/9/2007). Ari tidak sendiri, terdapat belasan orang melakukan hal yang sama. Para pengasong itu menjajakan air minum untuk berbuka puasa para pengguna jalan yang terjebak kemacetan sehingga tidak bisa berbuka puasa di tempat tujuannya. Para pengasong ini mulai beroperasi mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga waktuberbuka puasa. Air mineral botolan ukuran 600 ml dijual seharga Rp 3.000. Minuman isotonik sebotolnya dihargai Rp 5.000.Harga yang mereka tawarkan jelas dua kali harga eceran di supermarket. Namun, di saat kemacetan tentunya tidak mungkin bagi pengendara untuk turun dan mencari minuman di supermarket. Sehingga keberadaan para pengasong ini cukup membantu.Berjualan di jalanan ini sebenarnya membahayakan jiwa. Mereka berjalan di rute busway atau berdiri di tengah jalan raya untuk menjajakan barang dagangannya.Tapi mereka tidak memperdulikan bahaya tersebut, demi mengais rezeki di sela-sela kemacetan Kota Jakarta. Ironisnya banyak di antara para pengasong ini adalah anak-anak seumuran Ari."Saya biasa mengamen di Metro Mini, Oom," ungkap Ari. "Bulan puasa ini jualan air minum untuk buka (puasa)," tambahnya. Ari juga mengaku tidak takut tertabrak kendaraan saat berjualan. Baginya kehidupan di jalan sudah merupakan aktivitasnya sehari-hari. "Nggak takut. Udah biasa kayak gini," pungkasnya. (rdf/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads