Korban Gempa Mukomuko Terancam Kelaparan dan Penyakit
Jumat, 14 Sep 2007 19:10 WIB
Bengkulu - Penderitaan korban gempa di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, masih belum berakhir. Bahkan kini ribuan warga yang terpaksa hidup di tenda-tenda darurat terancam kelaparan karena persedian sembako yang mereka miliki makin tiris.Pantauan detikcom, Jumat (14/9/2007), warga hanya makan nasi dengan lauk seadanya seperti sambal. Bahkan ada yang memasak tumbuhan sekitar pengungsian untuk digunakan sebagai lauk. Sementara sebagian masyarakat hanya memakan mi instan sebagai pengganjal perut mereka.Bantuan beras sudah diberikan, tapi rupanya distribusinya belum lancar dan menyeluruh."Hari ini sudah dikirimkan 10 ton beras ke Kabupaten Mukomuko dan 10 ton lainnya ke Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara," tutur Kasubdit Tanggang Darurat Depsos Andi Hanindito di rumah Bupati Mukomuko Ichwan Yunus yang disulap menjadi posko darurat gempa.Kondisi kesehatan pengungsi juga mengkhawatirkan. Warga terancam penyakit rematik dan masuk angin karena tidur hanya beralaskan tikar dan menghadapi terpaan angin laut yang kencang.Bantuan obat-obatan masih belum diterima sebagian besar warga. Sementara itu, bantuan tenda yang sangat dinanti-nanti juga belum semua diterima warga.Kerusakan rumah di Kabupaten Mukomuko mencapai ratusan unit. Data yang diperoleh dari Posko Darurat di rumah dinas Bupati Mukomuko menunjukkan 196 rumah tidak bisa ditempati di Kecamatan Mukomuko Utara, sedangkan 335 rumah rusak ringan. kerusakan terparah terdapat di Kecamatan Lubukpinang dengan 509 unit rumah rusak parah.Untuk bangunan sekolah, yang hancur total mencapai 28 unit. Sedangkan rumah ibadah sebanyak 46 unit.
(gah/gah)











































