Motor Teman Sendiri Diembat Buat Bayar Kontrakan
Jumat, 14 Sep 2007 16:32 WIB
Jakarta - Di Jakarta, teman sendiri bisa menjadi musuh tiba-tiba. Alasan klasiknya, terdesak kebutuhan ekonomi, lantas mengembat HP atau motor teman sendiri.Kali ini kisah PMP alias "prend makan prend" ini terjadi di Pademangan Jakarta Utara. Dua perempuan, Siti Nurhasa (18) dan Nurafriani (17) tanpa ragu meminjam tanpa balik motor Hondra Supra B 4861 JH milik temannya, Untung (18). Peristiwa itu terjadi seminggu lalu dan kedua pelaku berhasil ditangkap Jumat pagi 14 September 2007. Kedua pelaku ini mengaku terpaksa mencuri motor lantaran butuh duit untuk bayar kontrakan."Nggak niat nyuri. Cuma pinjem, terus dijadikan jaminan buat temen pinjam uang. Nanti juga dikembalikan," kata Nurhasa, di Polsektro Pademangan, Jl Bhakti Raya, Jakarta Utara, Jumat, (14/9/2007).Kejadian itu bermula dari bertamunya Untung dan Nurholis ke rumah kedua pelaku di pasar pagi, belakang Mangga Dua, Pademangan. Lantaran sudah saling kenal, keempat karib itu terlibat perbincangan hangat. Hinggga tidak terasa, perut pun lapar dan kerongkongan minta dialiri air pelepas dahaga. Tak canggung, baik Nurhasa ataupun Afriani meminjam motor Untung untuk membeli makanan.Namun apa lacur bukannya untuk membeli makanan, justru motor pinjaman itu dijual. Letaknya pun cukup jauh, yakni di kawasan Bekasi, Jawa Barat."Saya jual Rp 1,3 juta. Hasilnya dibagi berdua," imbuh Nurhasa.Namun, pihak polisi tidak lekas percaya begitu saja. Polisi menduga keduanya terlibat sindikat pencuri motor yang telah profesional."Indikasinya bisa dijual di Bekasi. Tidak mudah kalau hanya dua orang perempuan berbuat seperti itu," kata Kanit Reskrim Polsektro Pademangan Iptu Ali Zusron. Polisi masih terus mengembangan kasus ini. Keterlibatan sidikat ranmor dikembangkan guna mengungkap kasus kejahatan jenis ini yang masih tinggi di kawasan Pademangan, Ancol dan Mangga Dua.
(Ari/nrl)










































