Komplotan Cimahi Cuma Rakit Bom Ikan Untuk Nelayan

Komplotan Cimahi Cuma Rakit Bom Ikan Untuk Nelayan

- detikNews
Jumat, 14 Sep 2007 13:38 WIB
Bandung - Kasus penemuan bahan peledak dan perakitan bom di Cimahi mulai ada titik terang. Bom yang dirakit ternyata hanya bom ikan yang biasa digunakan nelayan.Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Soenarko Danu Ardanto usai salat Jumat di Mapolda Jabar, Jl Soekarno Hatta, Bandung, Jumat (14/9/2007)."Menurut tersangka ID alias Drs, dia menjual hasil bom rakitan itu ke nelayan di beberapa desa di Pandeglang," ungkap Sunarko ID alias Drs adalah tersangka yang ditangkap di Pandeglang, Banten, pada Rabu dinihari (12/9/2007). Dia merupakan pemesan hasil bom rakitan dari Darwis atau DW. Dalam pembuatan bom ini, Darwis dibantu oleh kedua anaknya yaitu Anung dan Budi.Darwis dibekuk polisi di kediamannya di Kp Babakan Kidul Kel Cigugur Tengah Kec Cimahi Tengah, Kota Cimahi pada Jumat, (7/9/2007). Sementara Anung diciduk di Garut dan Bd ditangkap di Purwakarta.Terkuaknya komplotan perakit bom ini, berawal dari meledaknya bom di kediaman Mustari, Kampung Bayongbong Kelurahan Rawa Bogo Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada Rabu (5/9/2007). Mustari adalah perakit pertama bahan peledak yang hasilnya dijual ke Darwis. Kelimanya kini ditahan di Polres Bandung untuk langkah penyidikan selanjutnya."Sebelumnya menurut keterangan AN alias YN (Anung), mereka memang membuat bom ikan atau istilah dia itu adalah cup," ungkap Sunarko.Menurut keterangan saksi, lanjut Sunarko, 1 ons bahan peledak bisa dibuat sebanyak 1000 buah bom ikan. Per buahnya dijual Rp 950. Kini polisi masih mencari tiga orang lagi tersangka yang menjadi target operasi. Posisi mereka, sama seperti ID alias Drs yaitu sebagai pemesan bom rakitan dari Darwis Cs. (ern/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads