Pasar Induk Kramat Jati Dihantui Sampah Menumpuk hingga Bau Busuk

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jan 2026 06:01 WIB
Foto: Tumpukan sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dibersihkan. Sepuluh truk sudah mengangkut tumpukan sampah. (ANTARA/Siti N)
Jakarta -

Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur dihantui tumpukan sampah. Gunungan sampah ini tidak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga menimbulkan bau busuk yang menyengat ke hidung warga.

Seperti dilansir Antara, Kamis (8/1/2026), seorang warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah Kramat Jati, Roni, mengaku terganggu bau busuk tumpukan sampah itu. Bahkan, kata dia, bau itu tercium hingga hingga radius ratusan meter.

"Kalau biasa tidak bau. Tapi kalau pas dibongkar atau musim hujan itu baunya sampai tempat saya, RT 3, sekitar 200 meteran tercium," kata salah satu warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Roni.

Roni mengatakan bau menyengat biasanya muncul ketika sampah sedang dibongkar atau saat musim hujan. Permasalahan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini bukan hal baru karena sudah terjadi selama bertahun-tahun.

"Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," ujar Roni.

Dia mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk bahkan terlihat menggunung. Kondisi ini semakin parah ketika pengangkutan sampah terhambat.

"Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga," jelas Roni.

Dia mengaku terganggu dengan bau busuk yang kerap masuk hingga ke dalam rumah warga. "Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, 'duh, ini bau sampahnya sampai begini'," katanya.

Sumber bau didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar. Dia mengatakan kondisi ini berbeda dengan sampah rumah tangga yang volumenya lebih kecil.

"Ini kan sampahnya luar biasa, sampah Pasar Induk. Apalagi sayuran kalau busuk ya tahu sendiri," ucapnya.

Dia berharap pengelolaan sampah di Pasar Induk dapat ditangani lebih serius agar tidak lagi menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Warga juga berharap pengelola Pasar Induk bersama instansi terkait mencari solusi agar permasalahan sampah tidak terus berulang.

"Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya nggak ke warga. Kalau pun bau, jangan terlalu sampai masuk rumah," kata Roni.

Warga Sebut Tumpukan Sampah Sudah Menahun

Keluhan juga disampaikan warga setempat lainnya, Syahrul (50). Akibat sampah menumpuk, membuat lalat kerap berdatangan ke rumah warga sekitar.

Kondisi tersebut semakin terasa saat musim buah. Lalat semakin banyak berkumpul di area depan rumahnya.

"Sudah lama, sudah bukan lama lagi, sudah tahunan seperti ini, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi," kata Syahrul.

Menurut dia, persoalan tumpukan sampah di pasar sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir dan meresahkan warga. Warga sekitar pasar, kata dia, enggan menyampaikan protes baik kepada pengelola Pasar Induk Kramat Jati maupun kepada Dinas Lingkungan Hidup.

"Tidak ada yang berani ngomong gitu aja. Tidak ada yang berani demo, tidak ada yang berani cuma hanya marah sendiri-sendiri aja ngomong begini," kata Syahrul.




(knv/fas)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork