Gubernur Kepri Menilai Tuduhan Korupsi Dirinya Tendensius

Gubernur Kepri Menilai Tuduhan Korupsi Dirinya Tendensius

- detikNews
Rabu, 12 Sep 2007 21:14 WIB
Jakarta - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah menilai tuduhan terhadap dirinya soal korupsi saat menjabat Ketua Otorita Batam sangat tendensius. Hal itu diungkapkannya dalam persidangan yang berlangsung Rabu (12/9/2007) di PN Jakarta Selatan. Bantahan Ismeth itu diungkapkan dalam persidangan yang menghadirkan Pemimpin Redaksi Tabloid Investigasi, Eddy Sumarsono, yang menjadi terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap mantan Ketua Otorita Batam Ismeth Abdullah.Persidangan itu menyangkut tulisan laporan utama yang dimuat di tabloid Investigasi edisi 11, 17 30 Agustus 2006 lalu.Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ketut Manika Eddy mengaku mengaku tak bermaksud melakukan penyerangan terhadap diri Ismeth maupun keluarganya. "Saya mohon maaf kalau ada keluarga yang merasa terpukul. Saya tidak bermaksud menyerang Ismeth Abdullah dan keluarganya," katanya.Dalam persidangan kelima itu Eddy menyatakan akan sepenuhnya menyerahkan penyelesaian kasus tersebut pada proses hukum yang berlaku. "Saya akan tetap menghormati proses hukum," tandas pria jangkung ini.Ismeth sebagai saksi pelapor mengungkapkan, pemberitaan Tabloid Investigasi edisi 17-30 Agustus 2006 dengan judul utama 'Warisan Korupsi Ismeth di Otorita Batam' sangat tendensius dan menyerang pribadinya. "Ini pembunuhan karakter terhadap diri saya," ungkap Ismeth, yang kini menjadi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).Akibat pemberitaan itu, lanjut Ismeth, keluarganya, utamanya anak-anaknya, menjadi sangat terpukul. Sejumlah sahabat dan koleganya menghubungi, menanyakan kebenaran isi berita tersebut. Setelah diberi penjelasan, mereka semua kemudian menyarakan agar melakukan gugatan dan tuntutan.Di luar itu, menurut Ismeth, tuduhan bahwa dirinya melakukan korupsi sebagaimana ditulis Tabloid Investigasi sangat tidak beralasan. Sebab, BPK dan BPK sudah melakukan audit terhadap Otorita Batam dan tidak ditemukan adanya penyimpangan.Eddy menyatakan, dirinya telah mengutus salah seorang wartawannya, Andi Sabri, untuk melakukan konfirmasi sekaligus pemotretan. "Ini kami anggap sebagai bukti konfirmasi dan karya dari wartawan yang kami utus," kata Eddy.Ismeth secara tegas membantah. Ia mengatakan, dirinya memang sempat dihampiri salah seorang wartawan, ketika usai menerima penghargaan dalam acara Pramuka di Cibubur, 14 Agustus 2006 lalu. Namun, wartawan yang mencegatnya ketika mau masuk mobil tersebut hanya menyodorkan kartu nama Tabloid Investigasi. "Wartawan itu tidak melakukan wawancara atau konfirmasi data," kata Ismeth. (mar/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads