Dikira Balapan, Ikra Didor Polisi
Kamis, 13 Sep 2007 17:02 WIB
Makassar - Sial nian nasib Ikra (20). Hari-hari pertama Ramadan kali ini harus dijalaninya di rumah sakit. Ikra menjadi korban tembak seorang oknum polisi. Kini, ia dirawat di RS Grestelina, Makassar, dengan luka tembak di bagian bawah ketiak sebelah kiri. Ikra ditembak saat pulang dari salat subuh sekitar pukul 06.30 Wita, Kamis (13/9/2007) di Jembatan Paropo, Jl Abdullah Daeng Sirua, Makassar. Saat bergerombol menaiki sepeda motor, bersama teman-temannya tiba-tiba saja dihadang oleh seorang yang diduga polisi dengan memakai pakaian biasa. "Dia bilang kalau dia ditembak dari jarak dua meter," ujar Nyombang, ibu Ikra, menirukan perkataan Ikra. Berdasar keterangan teman-teman yang menemani Ikra, polisi itu menganggap bahwa mereka adalah pelaku balap liar subuh pagi. "Dia pikir kami pelaku balap liar, padahal bukan," ujar Irsan, teman Ikra. Saat itu, peluru langsung mengenai ketiak bawah Ikra. Peluru tembus hingga ketiak bawah bagian kanan. "Tidak ada peluru yang dikeluarkan di badannya, karena memang peluru tembus dan langsung keluar," ucap Nyombang. Saat ini, Ikra masih terbaring di RS Grestelina, Jl Hertasning. Ia sesekali mengeluh karena dadanya terasa sakit. Ia sudah bisa berbicara, namun masih terbata-bata. Sementara itu, informasi yang dihimpun di Polresta Makassar Timur, polisi pelaku penembakan kini telah ditahan. Sejumlah teman-teman Ikra juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
(gun/nrl)











































