Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Buruh di Monas

Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Buruh di Monas

Devi Puspitasari - detikNews
Kamis, 08 Jan 2026 14:22 WIB
Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Buruh di Monas
Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Buruh di Monas (Foto: Devi Puspitasari/detikcom)
Jakarta -

Polisi melakukan aksi humanis dalam mengamankan demo buruh di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sejumlah anggota polisi terlihat membagi-bagikan roti untuk massa buruh di lokasi.

Diketahui, massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar demonstrasi di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Massa buruh menolak UMP DKI Jakarta 2026 dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) se-Jawa Barat.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (8/1/2026) terlihat polisi membagi-bagikan roti dan air mineral kepada peserta demo. Tampak para pendemo senang saat dibagikan roti dan air mineral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian polisi wanita juga sempat membentangkan spanduk saat massa aksi mulai berdatangan. Spanduk itu bertulisan 'Selamat Datang Pejuang Aspirasi Sampaikan Pendapat Dengan Tertib, Kami Siap Layani'.

Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Buruh di MonasSpanduk bertulisan 'Selamat Datang Pejuang Aspirasi Sampaikan Pendapat Dengan Tertib, Kami Siap Layani'. (Foto: Devi Puspitasari/detikcom)

ADVERTISEMENT

Dalam demo tersebut, massa buruh terlihat mengenakan baju seragam partai buruh berwarna hitam dan merah. Massa terlihat membentangkan spanduk.

Spanduk itu bertulisan 'Revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100% KHL Sebesar Rp 5,88 juta per bulan, Berlakukan UMSP DKI 2026 sebesar 5% diatas 100% KHL'. Tampak ada dua mobil komando dikerahkan di lokasi.

1.659 Personel Dikerahkan

Sebanyak 1.659 personel gabungan disiagakan untuk mengawal demonstrasi ini.

"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung di Jakarta dilansir kantor berita Antara.

Reynold menerangkan kehadiran aparat untuk menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Reynold mengatakan seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.

"Personel diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ujar Reynold.

Reynold mengimbau orator dan peserta aksi tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.

Simak juga Video Massa Buruh Demo Lagi soal UMP 2026 di Depan Istana

(yld/yld)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads