Trauma Lihat Darah, Surahman Gorok Leher Sendiri
Kamis, 13 Sep 2007 16:09 WIB
Jakarta - Surahman (49) sejatinya tidak pernah tahan melihat darah manusia. Terlebih darah itu bercecaran dan masih amis menetes di depan matanya. Namun, ia tak bisa mengelak saat seseorang terluka di depan matanya karena kecelakaan motor. Naluri kemanusiaan mematikan rasa takut akan darah. Warga Jl Melati RT 6/6 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, ini lantas menolong orang yang sedang sekarat akibat kecelakaan itu. Kejadian itu terjadi hampir dua tahun lalu. Akan tetapi, Surahman masih selalu teringat insiden itu. Dia trauma. Menurut istrinya, Tusiri (46), sejak saat itu suaminya kerap mengalami stres tiba-tiba bila melihat darah. Tak hanya itu, stres itu berlanjut sewaktu-waktu jika sedang banyak pikiran. Surahman sering berteriak-teriak sendiri, mengigau dan meloncat-loncat."Saya sampai bingung melihatnya. Ia pernah berkata bahwa saya akan dicincang seseorang jadi 99 bagian," kata Tusiri di RSUD Koja, Jl Jampea, Jakarta Utara, Kamis (13/9/2007).Rasa stres itu memuncak selepas dzuhur tadi. Sekitar pukul 13.30 WIB, Surahman mengambil gelas ukuran besar dari lemari. Sejurus kemudian, ia pecahkan gelas itu dan pecahan beling itu ia ambil tanpa gentar. Perlahan-lahan, ia gorok lehernya sendiri dengan potongan gelas itu. Darah pun mengucur deras hingga istrinya yang curiga datang menyelamatkan dirinya yang mulai meregang nyawa."Saya curiga karena ada suara pecahan gelas. Saya masuk ke kamar, suami saya sudah berceceran darah. Tangannya menggapai-gapai kesakitan. Tak ada suara dari mulutnya," lanjut Tusiri.Melihat kejadian dramatis itu, Tursini langsung berteriak panik. Tetangga yang datang langsung membopong Surahman dan melarikan ke RSUD Koja."Kondsinya masih parah. Kata dokter, hanya keajaiban Tuhan yang menyelamatkan," cerita istri Surahman di samping suaminya.
(Ari/nrl)











































