Sejumlah Pengusaha Datangi PUPR Bogor gegara Telat Bayar, Pemkab Buka Suara

Sejumlah Pengusaha Datangi PUPR Bogor gegara Telat Bayar, Pemkab Buka Suara

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 07 Jan 2026 19:39 WIB
Sejumlah Pengusaha Datangi PUPR Bogor gegara Telat Bayar, Pemkab Buka Suara
Kadis PUPR Kabupaten Bogor Suryanto Putra (Rizky Adha/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pengusaha mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor. Kedatangan mereka terkait audiensi pembayaran proyek yang telat.

"Pak kabid itu beliau menjanjikan bahwa akan dibayar mulai dari Februari, akan dibayarkan sampai Februari, berlanjut itu. Tapi di pembayaran itu ada dua tahap ya," kata salah satu pengusaha bernama John, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia merupakan pengusaha yang turut bekerja sama dengan Pemkab Bogor terkait proyek di Gunung Mas, Puncak. John mengungkap alasan PUPR telat bayar ke pengusaha.

"Kalau alasan yang disampaikan oleh Dinas itu bahwa ini kan sistem baru katanya, sistem baru dan ada keterlambatan dana masuk, itu yang menjadi alasan mereka," ucapnya.

ADVERTISEMENT

"Dan memang kalau ngelihat dari tahun kemarin ya BJB (Bank Jabar) juga pasif sih, nggak bisa ini ya, jadi berkas itu nggak ada yang masuk ke BJB. Tahu-tahu kendalinya ada di kas daerah," sambung dia.

Akibat telat bayar itu, dia sendiri mengalami kendala. Di antaranya tuntutan dari vendor, pekerja, dan dari pihak-pihak lain yang harus dibayar olehnya.

"Dan kami juga ya, ada sebagian menggunakan dana pinjaman dari BJB dengan konsekuensi kan hutang, bunganya, itu yang harus dipahami juga oleh pemerintah daerah. Dan kami itu sudah membantu pemerintah daerah melaksanakan programnya, dengan tidak diberikan uang muka," sebutnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengatakan Bupati Bogor sudah memerintahkannya untuk memberi penjelasan kepada para pengusaha. Dia mengatakan kemarin dilakukan rekonsiliasi data terlebih dahulu.

"Untuk memastikan mana-mana penyedia yang sudah terinput ya dalam sistem, mana yang belum. Supaya nanti kita bisa menjelaskan kepada penyedia-penyedia, pastilah intinya kan datanya. Itu baru selesai kemarin di hari Selasa malam," kata Suryanto.

Sehingga total ada 101 penyedia atau pengusaha yang diundang untuk diberikan penjelasan. Sekitar 70% menurutnya hadir pada hari ini.

"Intinya kita ingin menjelaskan apa yang memang, kenapa ranah kita sebenarnya ranah kita adalah proses penginputan. Proses kenapa mereka tidak dibayar, kenapa mereka belum dibayar, ranahnya kan bukan di kita," imbuhnya.

"Tapi ya dari hasil arahan kemarin dari BPKAD, untuk kita bisa menjelaskan, menyampaikan kepada penyedia. Pada penyedia itu, kemarin itu ada penyedia yang memang tinggal proses bayar ya, yang sudah terinput, yang sudah keluar SPM, SP2D, yang terinput dalam sistem," lanjut Suryanto.

Hal tersebut menurutnya menjadi prioritas dari Dinas PUPR untuk diselesaikan. Dia mengatakan bahwa tugasnya untuk menyiapkan data.

"Nah dari hari Senin itu kita sudah berkomunikasi terus dengan BPKAD, dan bahkan waktu pelantikan hari Jumat ya, tanggal 2 itu Pak Bupati juga sudah menyampaikan. Dan kami juga sudah kumpul dengan Inspektorat juga. Nah ternyata ada tahapan yang harus dilalui," ungkapnya.

Dia menjelaskan untuk bulan ini, ditargetkan secara parsial selesai. Sehingga pada bulan depan, ditargetkan untuk pembayaran tahap pertama dilakukan.

"Kalau runutannya itu sampai akhir Januari itu parsial selesai. Nanti Februari awal mungkin dibayar tahap pertama," pungkasnya.

Lihat juga Video: KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Suap Dinas PUPR di Kabupaten OKU

(rdh/azh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads