Luput Tsunami Hebat, Mentawai Harus Waspada Terjangan 2033
Kamis, 13 Sep 2007 13:06 WIB
Jakarta - Gempa besar dengan kedalaman dangkal biasanya diikuti dengan tsunami. Beruntung, yang terjadi setelah gempa yang berpusat di Bengkulu hanyalah tsunami kecil. Namun, ancaman tsunami hebat mengintip di tahun 2033."Dalam sejarahnya, di Mentawai pernah terjadi gempa hebat dengan kekuatan 8,9 SR dan 8,8 SR pada 1833 dan 1797. Gempa itu juga mengakibatkan tsunami besar," kata Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan MSc dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (13/9/2007).Kata sebagian orang, sejarah akan selalu berulang. Rupanya hal ini berlaku juga untuk sejarah bencana gempa bumi. Jan pun memperingatkan bencana serupa di tempat yang sama pada 20 hingga 30 tahun mendatang."Kalau sudah melepaskan energi, perlu beberapa waktu untuk kembali melepas energinya. Biasanya perlu sekitar 200 tahun. Kalau 1833 ditambah 200, berarti 2033. Jadi, kita harus waspada," imbuh dia.Pakar lingkungan dari Universitas Ulster, Inggris, Profesor John McCloskey dalam sebuah berita di AFP pernah mengatakan, gempa kuat pada 1833 yang berkekuatan 8,5 SR menimbulkan gelombang tsunami hingga ketinggian 10 meter.Daerah yang berpotensi tsunami saat terjadi gempa di patahan Mentawai adalah Padang dan Bengkulu. Berkaca pada kekuatan gempa purba Mentawai, bila tsunami menerjang, ketinggian air laut di Bengkulu bisa mencapai 5-10 meter, sedangkan di Padang sekitar 2-4 meter.Gempa besar yang terjadi di Aceh dan Nias pada 2004 ditengarai mempercepat terjadinya gempa di Mentawai. Sebab ketiga zona tersebut berada dalam satu sambungan kerak bumi. Apalagi setiap tahunnya, lempeng di Mentawai bergerak ke arah Sumatera sejauh 5 cm.
(nvt/sss)











































