Praktisi Konstruksi:
Digoyang Gempa Sumatera, Konstruksi Gedung Jakarta Aman
Kamis, 13 Sep 2007 12:43 WIB
Jakarta - Pasca gempa di Sumatera, seluruh gedung pencakar langit Jakarta bergoyang. Tetapi goyangan ini masih aman untuk daya tahan konstruksi gedung-gedung tersebut.Hal ini terjadi karena gedung-gedung di Jakarta di atas lima lantai harus dibangun dengan konstruksi tahan gempa. "Ini diatur dalam Perda DKI," kata pengamat dan praktisi kontruksi, Endy A. Budiyanto, kepada detikcom, Kamis (13/09/2007) pukul 12.00 WIB.Dalam pengajuan pembangunan tower tersebut, setiap pengembang harus lolos uji desain, struktur dan lainnya yang tahan gempa." Kalau tidak, tidak akan diloloskan izin bangunannya," tambahnya.Selain itu, dalam ilmu teknik sipil, setiap bangunan memiliki nilai toleransi atau simpangan beberapa centimeter dari titik normal apabila bergerak. Nilai simpangan ini berbeda-beda tergantung tinggi gedung. "Toleransi nilai simpangan ini yang menjadikan gedung tahan goyangan gempa," ujar Endi.Meski demikian, tidak menutup kemungkinan goyangan akan membikin retakan-retakan di dinding gedung. Tetapi retakan ini normal karena dinding biasanya tidak selentur konstruksinya. "Kalau ada yang retak, tinggal diganti dinding baru tanpa merusak konstruksinya," ucapnya.Tetapi meski secara perhitungan matematis sudah tepat, bisa juga meleset tergantung getaran gempa. Seperti kedalaman gempa dari permukaan bumi, jarak antara titik gempa dengan gedung dan goyangan yang ditimbulkan. "Kalau gempa yang di Sumatera, secara umum untuk gedung-gedung di Jakarta aman karena jarak dan titik gempa sangat jauh. Berbeda kalau titik gempa ada di Jakarta, maka gedung sehebat apapun, akan ambruk juga," pungkasnya.
(asp/nrl)











































