Mantan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata divonis 1,5 tahun penjara dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008-2018. Hakim menyatakan Isa tidak menikmati keuntungan apapun dalam perkara tersebut.
"Terdakwa tidak menerima atau menikmati keuntungan materil apapun dari tindak pidana korupsi," ujar Ketua Majelis Hakim Sunoto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Hakim mengatakan pertimbangan hal meringankan vonis lainnya ialah Isa belum pernah dihukum, sopan serta kooperatif selama persidangan. Selain itu, Isa telah berjasa dalam pengembangan regulasi dan penguatan industri perasuransian serta berusia lanjut saat menjabat.
"Terdakwa mengambil keputusan dalam situasi krisis keuangan global 2008 yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan nasional," ujar hakim.
Hal memberatkan vonis ialah Isa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hakim menyatakan Isa selaku regulator telah membuka jalan bagi PT Asuransi Jiwasraya untuk terus beroperasi dan memasarkan produk meski dalam keadaan insolvent atau bangkrut yang akhirnya berdampak pada kerugian.
Dalam perkara ini, hakim menghukum Isa dengan pidana penjara selama 1,5 tahun. Hakim juga menghukum Isa membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.
"(Mengadili) menyatakan Terdakwa Isa Rachmatarwata terbukti di atas ecara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana didakwakan dalam dakwaan subsider," ujar hakim.
"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan," tambah hakim.
(mib/haf)