Gempa Berpotensi Tsunami, Kapal Harus Menjauh dari Dermaga
Kamis, 13 Sep 2007 10:50 WIB
Jakarta - Dirjen Perhubungan Laut Dephub mengimbau agar kapal-kapal yang sandar menjauh dari dermaga setiap ada gempa yang berpotensi tsunami."Kita tidak sampai mengeluarkan maklumat pelayaran. Kalau potensi tsunami itu justru kapal-kapal yang sandar harus menjauh dari dermaga, 2 sampai 3 mil itu sudah aman," ujar Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Dephub Harijogi kepada detikcom, Kamis (13/9/2007).Peristiwa tsunami berlangsung sangat cepat, setelah itu air laut menjadi tenang kembali. Selain itu, gejala tsunami adalah ketika kecepatan gelombang laut menjadi 100-200 mil per jam."Kalau tsunami itu paling beberapa detik. Habis itu air tenang kembali. Justru kapal harus menjauh dari dermaga. Kalau beberapa detik ternyata tidak terjadi ya sudah, aman," kata dia.Sedangkan tinggi gelombang, bukan berhubungan erat dengan gempa yang berpotensi tsunami, namun dengan kondisi cuaca.Untuk itu, Ditjen Hubla hanya memantau dan menginstruksikan kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) untuk melakukan komunikasi dengan kapal-kapal yang sedang berlayar. Selain itu juga menginventarisasi kondisi sarana perhubungan laut yang ada karena gempa."Di Padang, kantor pelabuhan retak sedikit. Di Jambi dan Palembang tidak ada kerusakan. Yang belum terima kondisi dari Bengkulu. Mungkin komunikasi sedang sulit. Nanti terus kita pantau," ujar dia.
(nwk/nrl)











































