Dicecar Gempa Bengkulu, Sekeluarga Muntah-muntah

Dicecar Gempa Bengkulu, Sekeluarga Muntah-muntah

- detikNews
Kamis, 13 Sep 2007 09:58 WIB
Dicecar Gempa Bengkulu, Sekeluarga Muntah-muntah
Jakarta - Gempa Rabu dan Kamis (12-13 September 2007) sungguh dahsyat. Berikut ini pengalaman pada pembaca detikcom:Sulis Tiyono, BengkuluSaya tinggal di Kabupaten Kepahiang 60 km dari ibukota provinsi ke arahCurup Rejang Lebong. Setelah digoncang gempa bertubi-tubi dalam satu malam ini kami sekeluarga mengalami muntah-muntah dan pusing luar biasa. Kejadian ini mengingatkan pada kami di saat naik kapal laut, sampai pagi ini gempa susulan masih terus berlangsung, dari jam 7 WIB tadi sudah dua kali terjadi gempa susulan.Irfan Muhammad, PalembangSaat gempa tadi malam kami sedang salat Maghrib berjamaah di salah satu Masjid di Palembang. Ketika memasuki rakaat kedua tiba-tiba badan terasa diayun-ayun beberapa menit sehingga kepala menjadi pusing dan mata berkunang-kunang. Bahkan ada seorang jamaah remaja sampai terjatuh saat posisi berdiri akibat kehilangan keseimbangan tubuh. Sudah 43 tahun saya tinggal di Palembang, seingat saya inilah gempa terbesar yang pernah saya rasakan.Onny Afrizal, Mahasiswa Program Master di Uniten dari PLN IndonesiaGempa tadi pagi yang melanda Sumatera Barat pukul 07.00 juga kami rasakan di kediaman kami di apartemen kampus Uniten (Universiti Tenaga Nasional), Kajang Selangor Malaysia. Pada saat itu pukul 08.00 waktu Malaysia saya sedang mempersiapkan anak yang akan berangkat ke sekolah. Istri saya yang pertama kali merasakan adanya guncangan gempa di kediaman kami di lantai 6. Saya meragukan itu gempa karena saya menyangka itu mungkin disebabkan karena agak pusing setelah bangun tidur sehabis sahur.Ternyata setelah melihat adanya goncangan di tempat air minum barulah kami sadar bahwa telah terjadi gempa. Beberapa orang penghuni apartemen yang juga kawan2 pelajar dari PLN Indonesia dan penghuni warga negara asing lainnya kami lihat pada turun.Beberapa saat setelah kejadian tersebut saya mencoba berkomunikasi dengan keluarga di Padang untuk menanyakan apakah hal yang sama terjadi di Padang. Dan ternyata memang gempa itu sangat kuat sekali terasa di Padang dan keluarga kami di Padang telah mengungsi ke Kampus Unand di Limau Manih Padang yang memang berada pada ketinggian untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami.Willibordus, PadangAku lagi sarapan, langsung lari, bangunan gudang di depanku jebol dindingnya kayak ditonjok dari dalam. Bangunan showroom Hyundai di Jalan Veteran roboh, mobil-mobil baru hancur. Bank Mandiri Jl Imam Bonjol juga rontok dindingnya. Masyarakat panik. Desirwan, PasamanSaya sedang asyik membuka detikcom di kantor saya Kantor PDE Kab Pasaman, Sumbar, membaca informasi gempa baik yang terjadi kemarin maupun gempa yang terakhir pagi tadi baru sekitar jam 6.50 WIB. Tiba-tiba ratusan pegawai di lingkungan Kantor Bupati Pasaman Sumatera Barat berhamburan keluar begitu merasakan gempa yang terasa cukup kuat tersebut kejadian ini terjadi pukul 8.27 WIB tadi. Setelah gempa reda semua orang kelihatan sibuk menghubungi sanak saudaranya yang berada di luar Pasaman seperti Bukittinggi, Padang Panjang dan Padang. Bahkan ada beberapa di antaranya yang langsung menyuruh anaknya segera meninggalkan Padang menuju Pasaman karena takut ancaman tsunami. Sekadar gambaram Pasaman merupakan daerah yang berada pada ketinggian kurang lebih 400 meter di atas permukaan laut. Irwan, JakartaSaya Ada di Wisma Staco lantai 9, Jakarta, sudah datang di kantor ketika jam 06.49 terjadi gempa, terasa gempanya, walau cuma beberapa saat.     Amir FadillahSaat terjadi gempa sore kemarin dan pagi ini, saya dan teman-teman sekerja mengalami langsung pengalaman gempa itu. Kami berada di anjungan operasi LPG lepas pantai di Muara Sabak di muara Sungai Batang Hari, Jambi, tepatnya di daerah Selat Berhala. Mungkin goyangan yang kami rasakan lebih kuat dari pada yang dirasakan orang yang tinggal di daratan (di dekat kami) sebab kami berada di bangunan seperti panggung (platform) yang lentur. Kami bisa melihat tower komunikasi yang bergoyang-goyang seperti pohon kelapa yang ditiup angin. Arief Widiandaru KusumaBaru saja terasa gempa susulan di kantor tepatnya jam 7.30 pagi ini bunyinya seperti pohon besar yang tumbang perlahan-lahan dan berlangsung cukup lama.Kantor saya di Wisma Mulia, Gatot Subroto lantai 27, Jakarta. Pihak Wisma Mulia menegaskan bahwa gempa sudah dinyatakan berhenti dan kami diperbolehkan kembali ke tempat kerja. Di lorong kantor kami mengalami keretakan yang cukup lumayan parah karena gempa semalam di Bengkulu.Ya semoga saja pengalaman pertama saya mengalami gempa di tempat kerja ini bermanfaat.YantoJam masih belum menunjukkan pukul 7 saya masih santai dan baring-baring di kasur sambil menunggu waktu untuk buka toko. Saya tinggal di lantai 3 sebuah komplek pertokoan di Pulau Batam di Penuin. Tiba tiba terasa badan saya bergoyang dalam beberapa detik. Saya yakin itu gempa. Begitu saya bangun dari kasur saya langsung check berita internet di detiknews ternyata benar tadi pagi di Jambi terjadi gempa lagi.Joko, Menara ThamrinKemarin sore tanggal 12 September 2007 saya sehabis menunaikan ibadah sholat magrib di basment. Saya dengan menumpang lift menuju lantai 26 untuk melanjutkan sisa pekerjaan yang tertunda. Di dalam lift hanya ada saya sendiri, beberapa detik setelah pintu lift tertutup saya mendengan suara bergemuruh dan lift terguncang-guncang, dalam benak saya bahwa lift ini mengalami kerusakan dalam kondisi panik saya berusaha tenang dan membaca ayat suci yang terlintas dalam pikiran saya.Saya juga mecoba minta pertolongan dengan menekan tombol emergency call tapi tidak ada yang menjawab dan saya coba tekan semua nomor lantai supaya bisa berhenti sebelum di lt 26 tapi lift tetap tidak berhenti dan sampai ahirnya pintu lift terbukan di lt 26. Di depan pintu lift saya melihat beberapa rekan kerja dan memanggil saya, "Joko ayo buruan turun lewat tangga ini gempa. Ayo buruan." Saya baru sadar bahwa terjadi gempa, ahirnya saya lari ke ruang kerja untuk mengambil tas dan helm dan turun lewat tangga darurat bersama rekan-rekan. (nrl/umi)



Berita Terkait