Mustari Peracik Pertama Bom Rakitan Cimahi
Rabu, 12 Sep 2007 20:54 WIB
Bandung - Mustari (68) dikenal sebagai pengusaha ayam ternak di kampungnya. Siapa sangka, ternyata dia mempunyai keahlian yang jauh dari kegiatannya sehari-hari, yaitu peracik bahan peldak untuk bom rakitan yang ditemukan di Cimahi.Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko Danu Ardanto mengungkapkan tersangka merupakan peracik pertama bahan peledak untuk bom rakitan. Menurut pengakuan tersangka, kata Sunarko, Mustari murni meracik bahan peledak tersebut. Kemudian dia menjualnya ke tiga orang yang berada di lokasi berbeda, yaitu Cimahi, Garut, dan Purwakarta. "Mtr (Mustari) itu murni meracik. Dia menjualnya ke Dw (Darwis). Dibantu An (Anung) dan Bd (Budi), Dw membuat bom rakitan. Tersangka An menyebutkan istilah bom ikan, demikian pula Bd," kata dia kepada wartawan usai menghadiri Dies Natalis Unpad di Jalan Dipatiukur, Rabu (12/9/2007).Sunarko mengatakan racikan bahan peledak tersebut dijual oleh Mustari Rp 300 ribu per ons kepada Darwis. "Kemudian, Darwis dibantu kedua anaknya Anung dan Budi menggabungnya dengan senyawa kimia baru dan dijual Rp 500 ribu per ons kepada pemesan," kata Sunarko.Ketika ditanya sudah berapa lama komplotan itu membuat bahan peledak, Sunarko menyatakan para tersangka telah merakit bom sejak tahun 2006. Dia mengaku masih belum bisa memberikan keterangan mengenai kemungkinan adanya keterlibatan komplotan pembuat bom rakitan itu dengan jaringan teroris.
(ern/asy)











































