Masih Panik Gempa, Tarawih di Bengkulu Sepi Jamaah
Rabu, 12 Sep 2007 20:07 WIB
Jakarta - Gempa yang mengguncang Bengkulu membuat panik warga. Karena itu tarawih pertama pada awal ramadan lain dari biasanya. Masjid sepi dari jamaah."Ada memang yang tarawih, tapi sepi mas. Warga masih panik," kata Didi, warga Kecamatan Mana, Bengkulu Selatan, Bengkulu, saat dihubungi detikcom, Rabu (12/9/2007).Gempa berkekuatan 7,9 SR yang terjadi pada pukul 18.15 WIB memang benar-benar membuat warga lebih memilih tinggal di rumah."Lampu mati, di masjid hanya beberapa warga yang melakukan aktivitas," imbuh Didi yang bekerja di karyawan bank.Didi yang rumahnya terletak 1,5 meter dari masjid pun mengaku tetap memilih tinggal di rumah. "Beberapa warga lain ada yang duduk di jalan, tapi banyak juga yang masuk ke rumah," tandasnya.Saat gempa terjadi menurutnya kebanyakan warga tengah tinggal di rumah. "Saat itu saya sedang nonton TV, tiba-tiba goyang dan warga berhamburan lari sambil teriak ke luar rumah. Sekitar 2 menitan lebih," jelasnya.Namun menurutnya gempa di sekitar rumahnya tidak ada korban jiwa. "Alhamdulillah tetangga saya rumahnya tidak ada yang rusak," tegas Didi yang mengaku hampir jatuh kala berlari.
(ndr/bdi)











































