TNI AD Harap Divisi Infanteri-3 Terbentuk Tahun 2014
Rabu, 12 Sep 2007 17:45 WIB
Jakarta - Mabes TNI Angkatan Darat (AD) akan membangun satuan tempur dan bantuan tempur untuk memperkuat wilayah perbatasan dan daerah rawan konflik. TNI AD juga berharap bila ada dukungan dana, pada tahun 2014 pengembangan DivisiInfanteri Kostrad menjadi tiga bisa terbentuk."Negara kita sangat luas, secara geopolitik dan strategis wilayah kita mejadi perebutan pengaruh. Makanya, kita perlu angkatan perang yang kuat untuk mempertahankan NKRI," kata KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso usai serah terima jabatan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus dari Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary kepada Brigjen TNI Soenarko di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (12/9/2007).Untuk itulah, lanjut Djoko, TNI AD membangun satuan tempur dan bantuan tempur, seperti Batalyon Infanteri, Batalyon Kavaleri, Batalyon Zeni dan Markas Brigade. Penambahan pasukan ini akan memperkuat wilayah perbatasan dan daerah yang rawan konflik di Indonesia.Terkait rencana TNI AD yang akan membentuk Divisi Infanteri-3 Kostrad, menurut Djoko, bila memang ada dukungan dana dari pemerintah akan segera direalisasikan. "Kalau mamang ada dukungan dana, sekitar tahun 2014 mudah-mudahan Divisi Infanteri-3 Kostrad akan terbentuk. Negara yang paling liberal sekalipun membutuhkan angkatan perang yang kuat," jelasnya.Bila rencana itu benar terwujud, menurut Djoko, setidaknya diperlukan 15 personel AD yang baru. Namun, penambahan dan pembentukan satuan dan divisi baru ini disesuaikan dengan kemampuan ekonomi Indonesia dan anggaran dari pemerintah. Dijelaskan Djoko, rencana pembentukan Divisi Infanteri-3 Kostrad ini sudah muncul sejak dirinya masih berpangkat Letnan Satu, saat menjadi ajudan Panglima Komando Strategis AD (Pangkostrad) tahun 1980-an. "Sampai saya jadi KSAD hal itu belum terwujud. Tapi, itu harus diwujudkan agar pertahanan lebih kuat. Karena disiplin ilmu organisasi itu 1:3, Kostrad idealnya harus ada 3 divisi. Tapi, karena kita belum mampu, cukup 2 Divisi dan 1 Brigade Infanteri (Brigif)," ujar Djoko. Seperti diberitakan beberapa waktu silam, TNI AD memang memiliki rencana untuk membangun Divisi Infanteri-3 Kosrtrad di Papua. Hanya saja, rencana itu tidak didukung DPR dan sejumlah LSM, karena selain keterbatasan dana, juga dikhawatirkan akan menimbulkan ekses negatif di Papua.
(zal/asy)











































