Detik-detik Histeris Penemuan 3 Orang Sekeluarga Tewas di Jakut Diungkap Saksi

Detik-detik Histeris Penemuan 3 Orang Sekeluarga Tewas di Jakut Diungkap Saksi

Mulia Budi - detikNews
Minggu, 04 Jan 2026 13:17 WIB
Detik-detik Histeris Penemuan 3 Orang Sekeluarga Tewas di Jakut Diungkap Saksi
Rumah kontrakan tiga orang sekeluarga ditemukan tewas di Warakas, Jakarta Utara. (Pradita Utama/detikFoto)
Jakarta -

Seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas dalam rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Saksi, yang juga tetangga korban, mengungkap detik-detik penemuan jasad tiga orang dalam satu keluarga itu.

Tetangga korban, Aryuni Wulan Febri (51), mengatakan jasad korban ditemukan dalam ruang yang berbeda. Rincian jasad yang ditemukan adalah sang ibu bernama Siti Solihah (50); anak pertamanya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28); dan anak keempat, yakni Adnan Al Abrar Jamaludin (14).

Disebutkan bahwa dalam kejadian itu juga ada anak ketiga Siti bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (23) ditemukan selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Saksi mengungkap dua jenazah ditemukan di kamar tidur dan satu jenazah ditemukan di ruang tamu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di kamar, kamar tidurnya masing-masing. Ibunya di kamar pertama, kakaknya yang perempuan di kamar kedua. Kalau adiknya yang kecil itu di ruang tamu, udah tergeletak semua," kata tetangga korban Wulan saat ditemui di kediamannya, Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Kontrakan rumah Wulan berada persis di samping kontrakan korban. Wulan mengaku tiba di rumah tak berselang lama dengan anak kedua korban, Khadafi, yang baru saja pulang bekerja.

ADVERTISEMENT

Wulan mengatakan Khadafi berteriak histeris saat menemukan ibu dan dua saudaranya meninggal dunia. Wulan pun ikut masuk ke rumah karena dimintai tolong oleh Khadafi.

"Nah, itu cuma saya lihat, cuma nggak menyapa, memang saya lihat aja gitu, oh masnya sebelah gitu. Pas sudah masuk, nggak lama sekitar 5 menit itu masnya teriak-teriak gitu. Saya kedengeran kan kirain saya mungkin berantem gitu," kata Wulan.

"Saya keluar, terus tanya, 'minta tolong, Ibu, minta tolong dong, tolong, Ibu saya keracunan' gitu. Saya kira, eh keracunan apa gitu kan. 'Ibu lihat dulu' gitu, 'Ibu lihat dulu' gitu," tambahnya.

Mulut Korban Berbusa Saat Ditemukan

Wulan ikut melihat langsung ke dalam rumah saat jasad korban ditemukan. Wulan mengatakan mulut korban sudah berbusa saat ditemukan, tapi ia tak memperhatikan rinci kondisi tubuh korban.

"Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tahu kan," ujarnya.

Ia mengatakan korban baru mengontrak di wilayah tersebut sekitar lima bulan.

"Baru 5 bulan," ujar tetangga korban, Wulan Febri.

Hal serupa disampaikan pihak polisi. Jasad ketiganya ditemukan oleh salah satu anak korban saat pulang kerja.

"Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu, kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa... ya tiduran tapi mengeluarkan busa," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1).

Anak Ketiga Selamat dalam Kondisi Sadar

Saksi mengungkap saat kejadian ada empat orang dalam rumah tersebut. Anak ketiga korban, bernama Abdullah Syauqi Jamaludin ditemukan selamat.

"Jadi saya bilang, kenapa ini sama adiknya yang nomor tiga kan, 'Nggak tahu' katanya begitu. Yang Syauqi yang dibawa ke rumah sakit ya," kata Wulan di kesempatan yang sama.

Wulan mengatakan pandangan Syauqi saat itu kosong. Wulan menyebut Syauqi terlihat bingung keluar dari posisi belakang rumah.

"Iya, berdiri kan gitu. Saya tanya, 'Ini Ibu kenapa?', 'Nggak tahu' katanya gitu. Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu-lah. Di belakang. Keluar dari belakang, keluar dari kamar mandi kayaknya sih," ujarnya.

Wulan mengaku melihat tubuh Syauqi melepuh saat dibawa keluar oleh tim medis. Syauqi disebut terlihat duduk terdiam.

"Pak RT nunggu ambulans sama kepolisian kan, itu Syauqi masih di dalam duduk. Kalau Khadafi-nya kan histeris terus, histeris, aku pengin bunuh diri, nggak punya siapa-siapa lagi gitu. Kita kan ikut sedih juga kan, kalau Syauqi duduk diam aja. Nah, pas medis datang, itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa nggak ngerti saya," kata Wulan.

Wulan mengatakan kondisi rumah korban juga tak berantakan saat jasad ditemukan. Dia mengaku tak mencium bau dari rumah korban, tapi mulut korban ditemukan sudah berbusa.

"Kalau melepuhnya juga saya nggak begitu perhatikan. Saya perhatikan pokoknya berbusa karena kan teriaknya kan keracunan. Mas Khadafi-nya bilang, 'Ibu saya keracunan' gitu. Jadi udah berbusa semua ya, udah nggak bergerak kan, jadinya kan saya takut," kata Wulan.

"Ya udah akhirnya saya keluar, telepon Pak RT gitu. Pak RT nggak lama, lima menit, datang, baru hubungin ambulans sama kepolisian," imbuhnya.

Lihat Video 'Sederet Fakta Sekeluarga Tewas dalam Rumah Kontrakan di Tanjung Priok Jakut':

Halaman 2 dari 3
(dwr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads