Polri: Jika Ada Oknum Polisi Arogan Laporkan ke Propam

Polri: Jika Ada Oknum Polisi Arogan Laporkan ke Propam

- detikNews
Rabu, 12 Sep 2007 15:24 WIB
Jakarta - Iring-iringan pejabat Polri melintas di sekitar Wisma BNI, Jl Sudirman, Jakarta, pukul 08.00 WIB, Rabu (12/10/2007).Tiba-tiba seorang pengawal pejabat tersebut mengeluarkan anggota badannya dari kendaraan pengawal Nissan Terrano. Dan, bletokk!! Pengawal tersebut menjitak kepala seorang pengendara sepeda motor yang dilindungi helm karena dianggap menghalangi laju iring-iringan. Posisi pengendara itu berada di lajur kiri. Pukulan itu membuat pengendara yang berjalan normal itu agak limbung."Jika ada oknum polisi arogan laporkan saja ke Propam. Akan kita tindak, catat namanya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto saat dikonfirmasi detikcom tentang insiden tersebut. Insiden pemukulan itu disaksikan oleh Hidayat, pembaca detikcom, yang berada di belakang iring-iringan tersebut. Dia menuturkan, iring-iringan pejabat Polri tersebut tidak menggunakan sirine dan memotong dari jalur cepat Jalan Sudirman menuju jalur lambat. "Pemukulan tersebut bisa membahayakan jiwa pengendara apabila tidak menjaga keseimbangan. Padahal jika menggunakan pengeras suara dengan imbauan keras hal itu bisa dihindari dan iringan bisa berjalan lancar," komentar Hidayat. Hidayat menyebut rombongan itu merupakan iring-iringan Kapolri Jenderal Sutanto. Sebagai informasi, Sutanto dijadwalkan membuka sebuah acara Kompolnas di Hotel Shangri-La, tak jauh dari Wisma BNI, pada pukul 09.00 WIB.Sisno mengaku tidak mengetahui adanya pengawalan tersebut. "Saya tidak tahu soal itu. Setahu saya Kapolri tidak ada pengawalan," jelas Sisno.Menurut Sisno kalau pun benar ada tindakan yang dilakukan oknum polisi itu, maka itu di luar keinginan Polri."Itu tindakan pribadi. Kita tidak menghendaki itu," tandas Sisno.Insiden Nissan Terrano mengingatkan pada kejadian Selasa sore kemarin. Saat itu Nissan Terrano buru-buru melakukan pengawalan pada Kapolri hingga tersangkut penghalang jalan di kantornya sendiri.Namun mobil itu tetap tancap gas dan petugas yang berjaga hanya bisa bengong karena penghalang mekanis tersebut jadinya rusak sehingga tidak dapat beroperasi."Wah rusak nih, rantainya putus," keluh petugas tersebut. (ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads