Polly Khawatirkan 'Bagir Orang Kita'

Polly Khawatirkan 'Bagir Orang Kita'

- detikNews
Rabu, 12 Sep 2007 14:34 WIB
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan disebut 'orang kita' oleh Pollycarpus dalam rekaman pembicaraan dengan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan. Atas dasar klaim itu, berbagai media pun memberitakan kemarahan Bagir."Yang kami khawatirkan, karena perkara peninjauan kembali (PK) akan diperiksa oleh lembaga yang beliau pimpin, maka akan menimbulkan semangat menghukum Polly," ujar kuasa hukum Polly, Heru Santoso.Hal itu disampaikan Heru dalam sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (12/9/2007).Pihak Polly khawatir jika permohonan PK lantas dikabulkan, bukan karena pertimbangan yuridis, namun pertimbangan psikologis."Padahal seharusnya secara objektif adanya faktor pengakuan saksi Ongen Latuihamallo adalah petunjuk kuat terjadinya fabrikasi novum yang seharusnya alasan telak untuk menolak PK jaksa," beber Heru.JPU pun dinilai secara fundamental telah mengubah surat dakwaan. Dibeberkan Heru, dalam dakwaan, JPU menguraikan modus pembunuhan Munir adalah Polly bersama-sama Yeti Susmiarty dan Oedi Irianto memasukkan racun arsen ke dalam gelas minuman welcome drink yang berisi orange juice.Sedangkan dalam memori PK, JPU berkesimpulan bahwa yang meracuni Munir adalah Polly sendiri melalui minuman dalam gelas yang dibawa Polly dan diberikan di Cofee Bean Bandara Changi, Singapura."JPU berarti memasukkan fakta hukum baru yang berbeda mengenai pelaku, modus, dan locus terjadinya tindak pidana," imbuh Heru di hadapan majelis hakim yang dipimpin Andriani Nurdin.Usai sidang, JPU Poltak Manullang menyatakan keyakinannya bahwa PK akan dikabulkan MA. "Nanti biar hakim yang menentukan. Yang menentukan kan majelis PK," kata Poltak.Sedangkan Polly tetap berkeras tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. "Itu bukan bukti riil. Saya dari awal yakin tidak tidak bersalah," cetusnya.Selanjutnya, materi PK dan kontramemori PK ini akan diajukan ke MA. (nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads