Disabet Dahan Kayu oleh Taliban
Rabu, 12 Sep 2007 14:21 WIB
Seoul - 21 Warga Korsel yang telah bebas dari penyanderaan oleh Taliban di Afghanistan berbagi kisah. Mulai dari disabet dahan kayu, ditendang, serta moncong pistol dan bayonet di kepala.Sedangkan 2 rekan mereka lainnya tidak hadir dalam konferensi pers di Seoul, Korsel, karena telah tewas didor Taliban."Kami dipukul dengan dahan kayu dan ditendang bertubi-tubi. Mereka mengancam kami dengan pistol dan bayonet, memaksa kami pindah ke keyakinan mereka sebagai timbal balik jika ingin dibebaskan," ungkap Je Chang-Hee (38) seperti dilaporkan AFP, Rabu (12/9/2007).Je meninggalkan perusahaan IT pada Juni lalu dan mengikuti sekolah teologi. Pria ini lalu menjadi penerjemah bahasa Inggris dan menjadi relawan di RS Afghanistan.Yoo Jung-Hwa (39) punya pengalaman menakutkan serupa. "Mereka menodongkan senapan mesin ke arah kami yang sedang berada di parit. Hari terakhir penyanderaan, mereka memaksa kami pindah keyakinan. Saya sampai menahan diri jangan menangis karena takut membuat mereka marah," tutur guru bahasa Inggris ini.16 Wanita dan 7 pria yang bekerja sebagai sukarelawan di Afghanistan ditangkap dan disandera Taliban pada 19 Juli. 2 Pria di antaranya ditembak mati karena permintaan Taliban agar rekannya dibebaskan dari penjara tidak dipenuhi pemerintah Afghanistan.Pada 13 Agustus, 2 wanita dibebaskan setelah Taliban dikecam karena menyekap wanita yang bukan muhrimnya. 19 Tawanan lainnya dibebaskan pada 29 dan 20 Agustus setelah ada kesepakatan antara Taliban dengan pemerintah Korsel.Pemerintah Korsel setuju melarang aktivitas misionaris oleh warganya di Afghanistan dan menarikan pasukannya dari negeri yang dipimpin Hamid Karzai.
(sss/ana)











































